MAKASSAR, Linisiar.id — Polda Sulawesi Selatan membantah informasi berantai yang banyak beredar melalui grup aplikasi WhatsApp tentang data-data lengkap seluruh pasien positif Corona atau Covid-19.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, Minggu, mengatakan, informasi tentang data-data pasien itu hoaks alias tidak benar.
“Itu hoaks, jangan percaya kalau data-datanya dari kepolisian. Tidak mungkin kita menyebarkan data-data yang harusnya melindungi pasien dan keluarganya,” kata dia.
Ibrahim mengatakan pesan berantai itu mulai beredar sejak Sabtu (28/3) dan mengatasnamakan Direktur Intelkam selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) I Deteksi itu adalah hoax yang dihembuskan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Kombes Pol Ibrahim Tompo juga menyatakan jika pihaknya sekarang melalui Unit Cybercrime, Direskrimsus Polda Sulsel sedang melakukan penyelidikan mengenai informasi menyesatkan tersebut.
“Sekarang sedang diselidiki oleh anggota siapa yang membuat dan menyebarkan informasi berantai itu,” katanya.
Dia menerangkan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sulsel punya standar operasional prosedur (SOP) dan tidak pernah mengeluarkan data-data pasien, baik yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) maupun yang positif Corona baru.
“Anggota yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sulsel itu tidak pernah mengeluarkan data-data pasien. Ada SOP yang dipegang dan tidak mungkin mereka membocorkan itu,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam pesan berantai itu disebutkan peta persebaran pasien positif COVID-19 di Sulawesi Selatan dengan merincikan pasien per kabupaten dan kota.
Bahkan pasien orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) juga disebutkan dengan detil termasuk alamat tempat tinggal, jumlah pasien sembuh dan meninggal serta pasien dirawat di rumah sakit.
Reporter: M. Hasan
Editor: Saddam Husain












