Selasa, April 13, 2021

Polda Sulsel Bongkar Perdagangan dan Produksi Senpi Rakitan di Wajo

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo memimpin langsing pengungkapan kasus pembuatan dan perdagangan senjata api serta amunisi ilegal di Kabupaten Wajo.

“Senjata api yang diproduksi di bengkel itu kemudian diperdagangkan oleh pelaku. Senjatanya itu berbagai jenis,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe, Senin.

Dia menjelaskan pengungkapan berawal saat anggota Resmob Polda Sulsel mendapatkan informasi dari pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mengenai adanya paket yang diduga ilegal pada hari Jumat (14/2).

Anggota Resmob Polda Sulsel yang tiba di bandara menyaksikan langsung paket tersebut dan langsung melakukan penyelidikan dengan mengejar pengirim paket tersebut.

Guntur menjelaskan dari hasil pengembangan polisi Resmob Polda Sulsel, polisi menyebut jika produksi senjata api dilakukan di Kabupaten Wajo. Polisi kemudian menuju lokasi dan mengamankan puluhan senjata api berbagai jenis.

Perwira tinggi polri ini menyebut jika para pelaku mahir membuat senjata api lantaran bekerja sebagai pandai besi dan tulang las. Kemampuan ini kemudian digunakan para pelaku untuk memproduksi senjata api tersebut.

“Maka kita mengembangkan dari pada asal-usul pengiriman barang ini, ternyata pada saat kita telusuri dari pada domisili yang mengirim barang ini ternyata di sana kita temukan beberapa barang bukti yang memang adalah hasil rakitan,” katanya

Dalam pengembangan kasus itu, polisi mengamankan tiga orang pelaku serta mengamankan 43 senjata rakitan milik para pelaku.

Enam diantaranya merupakan senjata api jenis revolver, sementara sisanya merupakan senjata jenis senapan angin.

Selain itu, polisi juga mengamankan ratusan jenis peluru aktif dan dua mesin untuk membuat senjata yang digunakan para pelaku.

“Karena ini home industry dianggap juga bahwa ini hanya senapan burung sehingga dianggap bahwa petugas sekitarnya menganggap bahwa tidak ada masalah. Ternyata di balik itu dia cetak beberapa produk dia seperti pistol bisa dijadikan senjata api dan itu meledak,” terang Guntur

Produksi senjata api pelaku sendiri dilakukan sejak 2014 lalu. Pelaku disebut telah mengedarkan dan menjual senjata api rakitan miliknya. Polisi juga masih menelusuri ke mana senjata api yang dijual pelaku. Polisi juga mendalami soal dugaan senjata ini dimiliki kelompok tertentu.

Adapun para pelaku yakni CA (39), AI (47), dan Dar 42. Ketiganya dijerat dengan Pasal 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 juncto Pasal 55 KUHP dengan pidana ancaman 10 tahun dan seumur hidup.

Reporter: M. Hasan

Editor: Saddam Husain

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru