Petahana Maju Pilkada 2020, Hati-hati Lakukan Mutasi

Ketua Bawaslu Tana Toraja Serni Pindan. (Foto: Bacapesan.com)

TANA TORAJA, Linisiar.id – Ketua Bawaslu Tana Toraja Serni Pindan mengingatkan Bupati Tana Toraja melakukan mutasi jabatan secara hati-hati.

Jika Bupati sebagai petahana maju Calon Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang, maka wajib patuh dan tunduk pada Undang Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

“Petahana memiliki potensi besar merugikan dirinya sendiri jika tidak hati-hati dalam melakukan mutasi,” ungkapnya, Jumat (03/01/2020).

Serni menyebutkan pada pasal 71 ayat 2 melarang Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, dan Wali Kota atau Wakil Wali Kota melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

“Jika kita melihat tahapan yang telah dirilis KPU maka batas akhir Bupati Tana Toraja Nicodemus dapat melakukan mutasi terhitung sejak 8 Januari ini,” jelasnya.

Pelanggaran terhadap ketentuan pasal 71 ayat (2), lanjut kata Serni, sebagaimana diatur dalam pasal 71 ayat (5), maka akan dikenakan sanksi berupa pembatalan petahana sebagai calon oleh KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota.

“Jika Bupati melanggar ketentuan itu, maka dia akan dikenakan sanksi berupa pembatalan sebagai calon. Intinya didiskualifikasi,” pungkasnya. (*)

Rep    : Dedi
Editor : Akbar Lib