Minggu, September 25, 2022

LSF Sinergi GPBSI Terapkan Bioskop Sadar Sensor Mandiri melalui Lima Media Kampanye

Populer

JAKARTA, LINISIAR.ID – Lembaga Sensor Film (LSF) bersinergi dengan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) melakukan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri secara masif ke berbagai bioskop percontohan di bawah naungan GPBSI.

Dengan menerapkan lima media kampanye berupa maskot, cinema standee, iklan layanan masyarakat (ILM), poster, dan menerbitkan buku saku panduan film, diharapkan sosialisasi untuk memilih tontonan sesuai usianya di masyarakat dapat dipahami dengan baik lewat sarana yang lebih menarik.

“Bioskop sudah menyiapkan bahan-bahan untuk menjadi poin edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Inilah yang bisa kami lakukan agar masyarakat memiliki literasi tentang film yang baik dan pada akhirnya mereka bisa memilih dan memilah film sesuai usianya,” ujar Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto di Djakarta Theater pada Senin (5/9), didampingi Ketua Komisi dan para anggota LSF.

Rommy mengatakan bahwa pihaknya secara intens melakukan komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri. Di lapangan, petugas sedini mungkin menyosialisasikan klasifikasi usia dan film yang ditayangkan di bioskop kepada calon pengunjung.

Pada kesempatan ini juga dikenalkan maskot yang membawa pesan moral dengan mengangkat identitas lokal Indonesia. Lalu, ada cinema standee yang dipajang di tempat pembelian tiket.

Terdapat poster tentang Bioskop Sadar Sensor Mandiri yang dipajang di bioskop. Selain itu, ada iklan layanan masyarakat yang ditayangkan pada layar besar selama sekitar 30 detik dan kemasannya akan terus disesuaikan secara periodik. Buku Saku Panduan Film juga diterbitkan oleh LSF sebagai acuan yang lebih detail.

“Bahkan sebagai bentuk kampanye keenam, kami tahun lalu membuat lagu jingle yang berjudul “Jangan Salah Tontonan” dengan harapan semakin sering masyarakat terpapar dengan lagu ini maka lambat laun akan terekam dalam memori dan terus diingat,” jelas Rommy menerangkan lagu ciptaan Piyu Padi tersebut.

Lebih lanjut kata Rommy, terwujudnya tujuan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri, tidak terlepas dari peran seluruh perusahaan bioskop di bawah naungan GPBSI.

Kontribusi dan komitmen perusahaan-perusahaan bioskop tersebut adalah ikut serta menggalakkan Budaya Sensor Mandiri (BSM) dengan tetap mengedepankan pelayanan prima dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung bioskop.

Ketua GPBSI, Djonny Syafruddin, menyatakan mendukung penuh Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang diinisiasi LSF.

“Kami sudah melakukan berbagai cara untuk memberikan informasi terkait film dan penggolongan usia penontonnya. Berupa penayangan telop sebelum pemutaran film, berisi informasi mengenai judul film, durasi, nomor Surat Tanda Lulus Sensor (STLS), dan klasifikasi usia. Namun, menurutnya, akan lebih baik jika masyarakat sudah teredukasi sebelum datang ke bioskop,” ujarnya.

“Bioskop seluruh Indonesia mendukung LSF karena ini masalah moralnya tinggi sekali. Ini kerjaan seluruh bangsa karena masalah moral,” tegas Djonny lebih lanjut. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

Berita Terbaru