BOGOR – Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya secara resmi menyatakan dukungannya kepada Komjen Pol Mohammad Fadil Imran untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Dukungan ini muncul di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan desakan untuk reformasi internal.
Benni Sitepu, perwakilan KPP Bogor Raya, dalam siaran persnya, meyakini bahwa pergantian kepemimpinan Polri lebih dari sekadar rotasi jabatan.
“Ini adalah momentum strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap kultur, sistem, dan orientasi pelayanan kepolisian kepada rakyat,” ujarnya pada Minggu (3/8).
Alasan KPP Bogor Raya Mendukung Fadil Imran
Menurut KPP Bogor Raya, ada beberapa alasan utama mengapa Fadil Imran dianggap sebagai sosok yang paling layak memimpin Polri.
Pertama, rekam Jejak Teruji: Karier Fadil Imran, dari mantan Kapolda Metro Jaya hingga kini menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, menunjukkan kematangan strategi dan ketegasan dalam bertindak.
Kedua, pendekatan Humanis dan Tegas: Meskipun dikenal berani, Fadil juga menerapkan pendekatan yang humanis dan empatik. Ia dianggap mampu merangkul masyarakat dan tidak anti kritik.
Ketiga, bersih dari Skandal: Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan di tubuh Polri, nama Fadil Imran tetap bersih dan tidak terlibat dalam kasus-kasus yang mencoreng institusi.
Selain itu, figur Reformis: KPP Bogor Raya menilai Polri membutuhkan pemimpin yang berani membongkar budaya permisif dan pelanggaran hukum di internal, bukan sekadar menjaga keamanan.
Seruan untuk Presiden dan DPR
KPP Bogor Raya juga menyampaikan sejumlah seruan terkait proses pergantian Kapolri.
Mereka mendesak Presiden RI untuk segera mengevaluasi dan mempertimbangkan pergantian demi perbaikan institusi.
Selain itu, KPP Bogor Raya mendorong Komisi III DPR RI agar menyerap suara rakyat dalam proses fit and proper test dan tidak hanya mengedepankan kepentingan politik.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mengawal proses regenerasi ini agar Polri kembali menjadi kuat, bersih, dan dipercaya,” tambah Benni Sitepu.
“Saatnya Polri dipimpin oleh figur yang bukan hanya tahu soal hukum, tapi juga peka terhadap nurani rakyat dan berani membenahi internal. Komjen Fadil Imran adalah harapan baru untuk wajah Polri yang profesional, modern, dan humanis,” pungkasnya.












