Minggu, Juni 13, 2021

KBRI Berlin Selenggarakan Workshop Nyanyi Tembang Jawa

Populer

BERLIN, Linisiar.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin menyelenggarakan Workshop Online Menyanyikan Tembang Jawa, pada Minggu (25/4).

Workshop ini dibawakan oleh Risnandar, seorang guru Karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang mengajar teori dan praktek Nembang Jawa kepada 17 peminat yang berasal dari Jerman, Perancis, Turki dan negara-negara lain.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Berlin, Ardi Marwan menyampaikan bahwa ini adalah acara nyanyi Trmbang Jawa yang pertama kali diselenggarakan secara online, sejak kegiatan pelatihan tatap muka di Rumah Budaya Indonesia Berlin harus ditiadakan sementara akibat pandemi Covid-19.

“Saya sampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di masa pandemi Covid-19 dan mendukung agar dapat dilanjutkan pada kesempatan berikutnya,” ujar Ardi Marwan dalam sambutannya saat membuka acara.

Acara workshop dimulai dengan Risnandar memberikan penjelasan tentang dasar dan latar belakang Tembang Jawa.

Selanjutnya, ia menjelaskan perbedaan tangga nada antara Slendro dan Pelog, serta hubungan antara lirik dan musik pada seni karawitan Jawa maupun teknik menyanyi tembang Jawa.

Setelah bagian teori selesai, para peserta diajak mendengarkan dua gending Gamelan sebagai contoh untuk tangga nada Slendro dan Pelog. Selain itu, para peserta workshop juga diajak untuk belajar Gending “Lumbung Desa“ dari Ki Nartosabdo.

Untuk mempermudah teknik pembelajaran, Risnandar mempersiapkan bahan presentasi di mana peserta workshop dapat melihat notasi dan teks Gending sambil mendengarkan kemudian menyanyikannya. Metode ini mirip seperti karaoke sehingga membuat para peserta bersemangat mengikutinya.

Peserta yang mengikuti acara tersebut sangat antusias dan beberapa dari mereka berharap agar KBRI Berlin sering mengadakan workshop kesenian tradisional secara online.

“Setelah melihat bahwa workshop online dapat terlaksana dengan sukses, KBRI Berlin ke depan akan memikirkan beberapa topik lainnya yang dapat ditawarkan dalam bentuk workshop online,“ ujar Ardi Marawan saat menutup acara.

Sebagai informasi, Risnandar menjadi guru musik Gamelan di ISI Surakarta sejak 2014 hingga 2019. Ia menyelesaikan pendidikan masternya di ISI Surakarta pada tahun 2020.

Sejak 2012, Risnandar beberapa kali diundang menjadi dosen tamu dan mengajar musik Gamelan di berbagai universitas dan konservatori di Tiongkok seperti di Central Conservatory of Music di Beijing, salah satu konservatori paling bereputasi di Tiongkok.

Risnandar pernah menjadi direktur produksi pada banyak pentas seni kontemporer diluar negeri, termasuk di Berlin (2013 dan 2016), Beijing (2014 dan 2016), dan Nanning (2020).

Risnandar juga merupakan seorang pendiri Yayasan Seni Tawang Ngumandang, sebuah organisasi nirlaba dengan fokus pada pendidikan seni Karawitan.

Yayasannya yang dipimpin oleh Risnandar ini sering mengadakan workshop online serupa.

Selain itu, yayasannya juga acap kali membawakan seperti beberapa tarian tradisional seperti Tarian Ketjak, atau pentas seni menyanyikan lagu kesenian daerah. (*)

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru