FPLD Sulsel Gagas Kurikulum Berbasis Perpustakaan Lorong di Kota Makassar

Narasumber talkshow cara mengelola perpustakaan lorong di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Minggu (26/7/2020).

MAKASSAR, Linisiar.id – PengurusForum Perpustakaan Lorong Desa (FPLD) Sulsel menggagas kurikulum belajar berbasis lorong di Kota Makassar.

Kurikulum ini berisi materi, desain pembelajaran, bermain, dan life skill di setiap perpustakaan lorong sebagai dasar acuan mengajar, bermain, dan berinteraksi pada setiap perpustakaan lorong di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Perpustakaan Lorong dan Desa Sulsel pada acara talkshow cara mengelola perpustakaan lorong hingga ke ujung Makasssar, Minggu (26/7/2020), di Perpustakaan Lorong Kampung Nelayan Untia, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya.

Talkshow ini menghadirkan beberapa narasumber,  diantaranya praktisi media Upi Asmaradhana, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Wilayah Sulsel Quraisy Mathar, dan keynote speaker Moh Hasan Sijaya, S.H.M.H. (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan).

Acara diikuti para pengurus dan pengelola perpustakaan lorong di Kota Makassar, ketua LPM, pustakawan, relawan perpustakaan lorong, dan Duta Baca Sulsel.

Moh Hasan Sijaya mengapresiasi hadirnya FPLD Sulsel sebagai wadah serius berhimpun dan berhikmah mengurus serta mengelola perpustakaan lorong dan desa di Sulsel.

Ia menegaskan, hadirnya berbagai perpustakaan lorong dan desa sejurus dengan visi dan misi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang bertekad membentuk dan mendorong terbentuknya ribuan ruang baca dan perpustakaan di Sulawesi Selatan.

“Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Forum Perpustakaan Lorong dan Desa Sulsel yang begitu besar perhatiannya membantu Pemerintah Provinsi Sulsel menggalakkan tumbuhnya budaya baca dengan hadirnya perpustakaan lorong desa di berbagai tempat,” papar Hasan Sijaya.

Bachtiar menyebutkan, forum yang dipimpinnya memiliki binaan pada 14 kecamatan di Makassar, kecuali Kecamatan Sangkarrang. (*)