MAKASSAR, Linisiar.id – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengapresiasi Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal) dalam membuat program inovatif seperti transplantasi terumbu karang berbentuk Burung Garuda sesuai dengan temanya “Garuda di Lautku”.
“Even Garuda di Lautku ini adalah terobosan yang sangat inovatif dari Lantamal VI untuk dunia kebaharian Indonesia,” ujar Laksamana TNI Siwi Sukma Adji di Makassar, Jumat (17/10/2019).
KSAL bersama istri yang juga Ketua Umum Jalasenastri Ny Manik Siwi Sukma Adji serta Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas serta pejabat utama Lantamal VI juga menggelar sejumlah rangkaian kegiatan sebelum Grand Launching digelar.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan yakni syukuran dengan memotong nasi tumpeng serta menggelar doa bersama untuk kelancaran kegiatan tersebut.
“Grand Launching Garuda Di Lautku ini merupakan awal bagian dari pelaksanaan Garuda Di Lautku yang nantinya akan dilaksanakan di Pulau Kodingareng Keke pada bulan Maret 2020,” ujarnya.
Laksamana TNI Siwi Sukma Adji bersyukur atas pencapaian yang telah dilakukan oleh Danlantamal VI beserta panitia garuda di lautku yang sukses membangun citra dan harapan masyarakat akan program tersebut.
“Mudah-mudahan grand launching yang dilaksanakan akan berlangsung sukses dan lancar,” katanya.
Laksmana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas menyatakan penampakan transplantasi karang ini akan sangat indah nantinya jika dilihat dari udara karena bentuknya menyerupai burung Garuda yang mencengkram di dasar laut.
“Nantinya akan dibuat transplantasi karang dengan bentuk garuda di dasar laut dekat dengan pulau Kodingareng Keke sehingga nantinya kalau dilihat dari atas akan membentuk gambaran sebuah burung garuda yang seakan-akan mencengkram di dasar laut,” terangnya.
Danlantamal VI juga meyampaikan bahwa Garuda di lautku ini menjadi penting sebagai gerakan yang bertujuan memicu detonasi dan menggelorakan semangat bela negara dalam mencintai laut Indonesia.
“Gerakan ini merupakan momentum startegis bagi segenap bangsa guna mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Kenapa kami memilih pulau Kodingareng Keke sebagai tempat untuk pelaksanaannya, dikarenakan pulau ini merupakan ikon wisata bawah laut Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak terlihat semenjak 10 tahun terakhir dan secara geografis posisi pulau tersebut tepat berada di tengah-tengah Indonesia,” ucapnya.











