Dispertanakbun Palopo Gandeng Milenial untuk Berkebun Sistem Hidroponik

Pencanangan 1 juta cabai dan pameran pasar organik dilaksanakan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, beberapa waktu lalu.

PALOPO, Linisiar.id – Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kota Palopo merencanakan beberapa program yang diharapkan memacu peningkatan hasil pertanian, peternakan dan perkebunan di kota itu.  

Plt. Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo, Andi Bakhtiar, S.Sos.,M.Si menyampaikan hal itu di Kantor Dispertanakbun Palopo, Jumat (25/09/2020) lalu.

Di bidang pertanian, Andi Bakhtiar menjelaskan, programnya antara lain pemanfaatan lahan sekitar 1.753  hektare (ha).

Sudah panen pada Juni 2020 yang lalu dan kini menantikan panen kedua pada Agustus mendatang.

Untuk tanaman jagung, pihaknya menargetkan target luas tanam 900 ha dan kini sudah tercapai.

Program lainnya yakni pemanfaatan tanah kosong dan lorong hijau yang didukung oleh APBD. “Untuk suksesnya program ini, kita selalu berkordinasi dengan stakeholder terkait, juga mengindahkan pentunjuk dari bapak walikota,” katanya.

Andi Bakhtiar menggambarkan, secara umum persentasi realisasi progam organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya hingga saat ini sudah mencapai 70 persen.

Untuk mendekati kaum milenial agar tertarik pada sektor pertanian, menurut Bakhtiar, Dispertanakbun Palopo menawarkan beberapa program.

Antara lain pembinaan program penanaman secara hidroponik. Saat ini, sudah ada tujuh kelompok yang melaksanakan dan rata-rata peminatnya adalah mahasiswa.

Ia berharap, program penanaman secara hidroponik ini dapat menjadi permulaan yang baik dan ke depan lebih banyak lagi pemuda yang tertarik bekerja di bidang pertanian.

Menurutnya, Dispertanakbun palopo juga membina masyarakat membuat pupuk yang akan dipakai. Pupuknya menggunakan bahan dasar kotoran sapi yang difermentasi dan diuji laboratorium.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Bakhtiar berharap, masyarakat tetap bersemangat untuk bertani, mengelola peternakan, maupun berkebun.

Bagi masyarakat yang ingin memelihara ayam, dapat menghubungi UPT Peternakan di Mancani untuk memperoleh anakan ayam yang bisa dipelihara dan dikhususkan bagi yang sudah memiliki keterampilan beternak day-old-chicken (DOC). (*)