Diganti sebagai Pj Walikota, Yusran: Jabatan Bisa Beralih Kapan Saja

Pengurus LPM se-Kota Makassar silaturahmi Pj Walikota Prof. Yusran Yusuf

MAKASSAR, Linisiar.id – Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, dijadwalkan melantik Pj Walikota Makassar, Prof Rudi Djamaluddin, Jumat (26/6/2020) siang ini di rumah jabatan (rujab) gubernur, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Prof Rudi akan menggantikan Pj wali kota sebelumnya, Prof Yusran Yusuf. Keduanya merupakan akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Mengenai pergantian dirinya, Yusran Yusuf yang dilantik pada Mei 2020 lalu, mengatakan kepada media, tidak masalah dirinya diganti. Meski baru sebulan lebih menjabat.

Menurut mantan Dekan Fakultas Kehutanan Unhas ini, jabatan adalah amanah, yang sewaktu-waktu bisa berpindah atau beralih ke figur lainnya.  

Rencananya, setelah tidak lagi menjadi Pj Walikota Makassar, Yusran yang juga Kepala Bappeda Sulsel akan kembali ke kampus.

Pergantian Pj walikota mendapat tanggapan berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Terbaik 1 Kota Makassar Tahun 2017, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK).

Ia menilai, proses penggantian Pj Walikota Prof Yusran Yusuf biasa-biasa saja. Hal yang lumrah dalam tata kelola pemerintahan atau birokrasi.

BAK menambahkan, dalam silaturahminya dengan Yusran setelah dilantik menjadi Pj, yang bersangkutan menyampaikan, siap diganti kapan saja. Sesuai pertimbangan pimpinan atau gubernur.

Ketika itu, BAK bersama 12 ketua LPM dari 12 kecamatan di Kota Makassar silaturahmi dengan Yusran di rumah jabatan walikota pada 27 Mei 2020.   

Dalam pandangannya, Yusran adalah figur akademisi yang humanis dan humble. Mudah akrab pada semua orang dan punya mimpi-mimpi besar memajukan Kota Makassar.

Misalnya saja, BAK mengutip kembali pernyataan Yusran yang ingin membangun sejumlah ruang hijau dan sarana olahraga masyarakat di sejumlah titik di Kota Makassar dan melibatkan LPM, RT, RW dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar.

Dalam keterangan terpisah, Jumat (26/5) pagi, Yusran kembali menyampaikan, jabatan Pj Walikota Makassar adalah amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan baik.

Namun, namanya amanah, maka kapan saja bisa beralih. “Saya yakin pasti Allah SWT sudah menentukan yang terbaik,” kata Yusran kepada BAK, Jumat (15/6) pagi.

Ia menambahkan, setelah amanah ini beralih, maka bebannya lebih ringan dan akan memiliki banyak waktu bersama keluarga.

BAK sekaligus meluruskan pernyataan yang menyebutkan, Yusran dipermalukan oleh pimpinan karena pencopotan sebagai Pj walikota itu.    

Menurutnya, dimana pun Yusran berkarier, yang bersangkutan memiliki peluang memeroleh jabatan strategis karena merupakan figur yang mumpuni.

Sebagai bukti, ketika masih menjabat dekan di Unhas, Yusran mendapat amanah dari gubernur sebagai ketua tim transisi Pemprov Sulsel, ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), kepala Bappeda, dan Pj walikota. (*)