Berbagi Kebahagiaan, Nakes Covid-19 di Sinjai Sisihkan Insentif ke Nakes Lainnya

Perawat IGD RSUD Sinjai, Hasnawati

SINJAI, Linisiar.id– Ada cara berbeda yang dilakukan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sinjai. Mereka berbagi rejeki kepada rekan kerja dengan cara menyisihkan sebagian insentif penanganan Covid-19 yang mereka terima.

Alasan peduli sesama menggugah 20 petugas medis yang terdiri dari 10 perawat dan 10 dokter di Instalasi Gawat Darurat yang masuk tim percepatan penanganan Covid-19 menyumbangkan sebagian uang yang mereka dapatkan. Mereka berbagi kepada perawat, security, petugas kebersihan, dan petugas billing yang tidak masuk dalam tim penerima insentif penanganan Covid-19.

Hasnawati, perawat yang sehari-hari bekerja di IGD RSUD Sinjai menjelaskan, pada akhir Juli 2020 lalu dirinya menerima insentif penanganan virus corona sebanyak Rp 20 Juta. Besaran insentif tersebut merupakan akumulasi kegiatan pelayanan yang ia kerjakan mulai medio Maret hingga akhir Mei 2020.

“Saya menyisihkan Rp 1 Juta, lalu saya bagikan kepada teman-teman yang tidak masuk tim penanganan corona,” kata Hasnawati di RSUD Sinjai, Senin (21/9/2020).

Diketahui, tidak semua tenaga kesehatan di IGD RSUD Sinjai tercatat dalam Surat Keputusan tim penanganan Covid-19.

“Jadi ini bukan paksaan, bukan juga pemotongan atau atas perintah manajemen rumah sakit, ini murni karena kami ingin berbagi, karena mereka juga membantu kami dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Sumbangan yang dikeluarkan Hasnawati pun membuat perawat yang tidak masuk daftar penerima insentif penanganan Covid-19 merasa senang. Mereka bersyukur lantaran turut ketiban rejeki.

“Saya tidak terdaftar sebagai petugas Covid-19 tapi saya bersyukur karena insentif yang diterima teman-teman di tim Covid-19 juga diberikan kepada saya,” kata Rusnaeni, petugas kesehatan IGD RSUD Sinjai, Senin (21/9/2020).

“Saya juga tidak pernah sangka diberikan seperti ini, mungkin karena mereka merasa dibantu sama kami sehingga mau berbagi, yang pasti kami tidak pernah meminta,” terangnya lagi.

Tak hanya Rusnaeni, Agustini yang merupakan petugas kebersihan di RSUD Sinjai pun mengaku beryukur atas sumbangan yang ia terima dari tenaga kesehatan rumah sakit yang telah menerima insentif penanganan Covid-19.

“Saya diberikan Rp 300 ribu, sebenarnya saya tidak pernah berharap mendapatkan seperti itu, tapi saya bersyukur dan berterima kasih kepada mereka yang peduli dan mau berbagi kepada kami yang bekerja sebagai cleaning service di Ponek,” ujar Agustini.

Apa yang dilakukan tenaga kesehatan di RSUD Sinjai ini tentu merupakan cara berbagi dengan sesama yang patut diteladani. Pasalnya, selain bertugas melakukan pelayanan kesehatan di tengah pandemi corona, mereka tak lupa untuk peduli kepada rekan kerja yang berpengasilan relatif masih di bawah dari yang mereka dapatkan. (*)