Berantas Sarang Nyamuk, Tim Dokter Andalan Fogging di Wilayah Rappocini

Tim Dokter Andalan fogging di kompleks mewah kawasan Hertasning, Perumahan Anging Mammiri Makassar, Sabtu (1/9/2018)

MAKASSAR, Linisiar.id – Kasus demam berdarah sangat meresahkan masyarakat. Tiap tahun, demam berdarah banyak memakan korban. Kondisi ini tentunya butuh penangan ekstra memberantas sarang nyamuk.

Menanggapi keresahan masyarakat, Tim Dokter Andalan sebutan populer dr Bob Wahyudin melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) fogging sejumlah wilayah di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kali ini, Tim Dokter Andalan fogging di kompleks mewah kawasan Hertasning, Perumahan Anging Mammiri, Makassar.

Tim Dokter Andalan menurunkan alat fogging. Fokus utama fogging ini yaitu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kabarnya, program PSN ini menjadi titik acuan kementerian kesehatan mengurangi kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Kegiatan ini dalam rangka membantu program pemerintah meningkatkan kewaspadaan penyakit demam berdarah. Kami bukan mengambil kerja-kerja pemerintah. Tetapi lebih ikut membantu pemerintah berantas demam berdarah. Sejumlah negara maju, misalnya Singapura, punya jadwal khusus fogging tiap bulannya. Sementara, Indonesia bila ingin seperti itu, harus memenuhi sejumlah persyaratan,” kata Koordinator Tim Dokter Andalan, Irma Rasid , Sabtu (1/9/2018).

Menurutnya, penanganan DBD perlu mencanangkan fogging focus.Maksudnya, fogging ini jadwalnya bisal dilakukan rutin 2 kali tiap bulannya. Dan memang, bila dilakukan secara serentak diseluruh wilayah, khususnya di Sulsel atau Makassar, maka ini akan memakan banyak biaya.

“Maka dari itu, kami tim Dokter Andalan bersama Yayasan Insan Edukasi Kesehatan Anak Indonesia (YIDEKA) melakukan baksos fogging. Kami ingin berbuat nyata untuk warga,” sebut Irma.

Untuk diketahui, dr Bob Wahyudin SpA(K) merupakan pembina di Yayasan Insan Edukasi Kesehatan Anak Indonesia (YIDEKA).

Irma menambahkan, pihaknya akan menyasar baksos di wilayah berbeda se Kecamatan di Makassar. Pihaknya telah melakukan pendataan disejumlah wilayah yang rawan atau pernah muncul kasus DBD.

Sementara itu, Pembina YIDEKA dr Bob Wahyudin SpA(K) menuturkan, dirilis di media online, sepanjang tahun 2017 terdapat 1.363 orang di Sulsel terserang DBD. Data ini diambil berdasarkan Dinas Kesehatan Sulsel. 10 orang diantaranya tidak dapat diselamatkan.

“Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. Tentunya kita tidak ingin jumlah 1000-an kasus DBD terulang di tahun 2018, maka kita coba ikut pemerintah lakukan pemberantasan saran nyamuk dan pencegahan. Tujuan utamanya agar korban DBD bisa ditekan,” kata dr Bob Wahyudin.

Dokter spesialis kesehatan anak ini menghimbau, masyarakat juga diminta ikut mencegah penyebaran penyakit ini dengan memperhatikan lingkungan. Warga harus memastikan tidak adanya genangan air yang bisa dijangkau nyamuk. Wadah berisi air harus ditutup. Ember dan wadah air lain tidak terpakai harus dibalik. Tujuannya agar tidak terjadi pengembangbiakkan.

Alumnus kedokteran Unhas ini menyebutkan, Yayasannya aktif melakukan bakti sosial kesehatan lain seperti pemeriksaan kesehatan, stimulasi pijat bayi, kesehatan anak, dan pemberian edukasi kesehatan ke masyarakat.

Untuk diketahui, dr Bob Wahyudin tercatat sebagai Doktor Bidang Kesehatan di Unhas, Oktober 2012 lalu. Saat itu, dr Bob Wahyudin adalah Ketua Subdivisi Respirologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Unhas.

dr Bob Wahyudin mendapatkan gelar Doktornya setelah meneliti dan mempertahankan disertasinya ‘Karakteristik Biomarker Spesifik (Uji Tuberkulin dan Interferon Gamma Release Assay) dan non Spesifik (Neopterin Serum) pada anak dengan kontak serumah Tuberkolosis’.

Ketua RW 10 Kelurahan Karunrung Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Amir mengaku ikut senang atas bantuan kesehatan Tim Dokter Andalan melakukan fogging. Amir mengaku resah atas banyaknya kasus demam berdarah.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada Tim Dokter Andalan telah lakukan pencegahan demam berdarah di kompleks kami. Kami juga minta warga ikut menjaga kesehatan lingkungan,” katanya. (*)