Bedah Pendidikan Makassar, Webinar FKIP Unibos Hadirkan Kadisdik Sulsel dan Aktivis FPP

MAKASSAR, Linisiar.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bosowa (Unibos) Makassar menggelar webinar yang menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Prof Dr Muhammad Jufri, SPsi., M.Si. M.Psikologi.

Narasumber lainnya Ketua Forum Peduli Pendidikan (FPP) Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), S.Sos, MM yang mewakili calon Wakil Walikota Makassar, Abd. Rahman Bando.

Webinar ini mengusung tema “Potret Pendidikan Ideal Kota Makassar” yang turut dihadiri sekaligus membuka acara, Wakil Rektor (WR) II Unibos Dr. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si, Dekan FKIP Unibos Dr. Asdar, M.Pd, sivitas akademika FKIP Unibos, dan peserta dari berbagai daerah yang turut berpartisipasi secara daring atau online.

Dalam webinar melalui aplikasi zoom ini mengemuka, berdasarkan indeks mutu pendidikan, Kota Makassar pernah menjadi salah satu contoh tujuan pendidikan.

Namun, melihat data terakhir, ada beberapa persoalan di Kota Makassar ini yang menyebabkan pendidikan menurun. Antara lain turunnya kualitas sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana pendidikan, dan efek dari pandemi Covid-19.

Dekan FKIP Unibos, Dr. Asdar, M.Pd mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan upaya agar pendidikan di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar kedepannya semakin baik dan maju.

“FKIP Unibos aktif melakukan webinar. Hal tersebut merupakan upaya kami meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Sedangkan Wakil Rektor II Unibos Dr. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si mengatakan, pendidikan merupakan salah satu investasi masa depan dan sarana yang sangat penting dalam menentukan arah masa depan suatu bangsa.

“Saya berharap, Makassar dapat menjadi episentrum pendidikan, agar Sulawesi Selatan bangkit dan lebih baik lagi kedepannya,” tambahnya.

Bachtiar Adnan Kusuma menilai, pendidikan adalah sebuah ekosistem yang harus melibatkan tiga pilar untuk memajukan pendidikan di Kota Makassar.

Menurut tokoh literasi Sulsel ini, sesuai amanah UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tegas menyebutkan, pendidikan bermutu bisa dicapai kalau pemerintah pusat, pemerintah kota, dan masyarakat bersama-sama terlibat meningkatkan mutu pendidikan.

“Peran masyarakat sebagai konsumen pendidikan mulai melemah sejak 2014-2019. Padahal, pendidikan hanya bisa maju kalau ada percepatan keterlibatan masyarakat ikut mengambil peran,” tegasnya.

Karena itu, menurut BAK, untuk mengembalikan kejayaan pendidikan di Makassar, dibutuhkan figur pemimpin yang mau menempatkan pendidikan sebagai lokomotif utama memajukan kota.

“Kita butuh figur pemimpin yang faham tentang pendidikan, punya pengalaman, berani dan inovatif. Dan saya yakin dan percaya, figur ARB (Abd Rahman Bando) mampu, karena punya pengalaman sebagai Kadisdik Makassar,” kata Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia ini. (*)