Berita  

KAHMI Imbau Polemik Pernyataan Jusuf Kalla Dihentikan Demi Persatuan

Pertemuan KAHMI dengan Jusuf Kalla di kediaman Brawijaya Jakarta Selatan membahas polemik pernyataan
Ketua Presidium MN KAHMI Ahmad Dolli Kurnia Tanjung menghadiri silaturahmi dengan Jusuf Kalla di Jakarta Selatan. Pertemuan ini membahas polemik pernyataan yang dinilai berpotensi memecah belah.
Bagikan

JAKARTA, LINISIAR.ID — Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, Ahmad Dolli Kurnia Tanjung, mengimbau agar polemik terkait pernyataan Jusuf Kalla tidak terus diperpanjang demi menjaga persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai kegiatan silaturahmi KAHMI dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, pada Senin (27/4).

Dolli menilai perkembangan situasi belakangan ini berpotensi menimbulkan keresahan karena isu yang berkembang dinilai semakin meluas dan berisiko mengganggu hubungan antarumat beragama.

Ia menegaskan bahwa dalam pernyataan Jusuf Kalla tidak ditemukan unsur penghasutan maupun upaya mengadu domba.

“Kami berharap persoalan ini tidak melebar ke mana-mana, apalagi sampai masuk ke ranah hukum. Tidak ada indikasi penistaan atau upaya memecah belah,” ujar Dolli.

Menurutnya, sejumlah tokoh agama dari kalangan Kristen dan Katolik juga telah menyampaikan pandangan serupa bahwa tidak terdapat unsur penistaan agama dalam pernyataan tersebut.

Ia menilai pandangan tersebut seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak pelapor untuk tidak melanjutkan proses hukum.

Dolli mengingatkan bahwa jika polemik terus berlanjut, dikhawatirkan dapat berkembang menjadi isu politik yang lebih luas.

“Kalau ini masuk ke ranah politik, situasinya bisa semakin berbahaya. Bisa terjadi saling lapor yang berkepanjangan,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih memusatkan perhatian pada persoalan kebangsaan yang lebih besar.

Menurutnya, tantangan global saat ini berdampak pada kondisi ekonomi, energi, dan pangan nasional yang perlu menjadi fokus bersama.

Dolli menegaskan bahwa kekuatan Indonesia sebagai negara majemuk terletak pada nilai toleransi dan persatuan yang harus dijaga.

“Kekuatan bangsa ini ada pada keberagaman dan toleransi. Jangan sampai itu justru diusik,” ujarnya.

KAHMI juga berharap pihak pelapor dapat meninjau kembali langkah yang diambil demi menjaga stabilitas nasional dan persatuan masyarakat.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *