BBPJN XIII Sulselbar Siapkan Rp1 Triliun untuk Proyek Infrastruktur

BBPJN XIII Sulselbar menemui Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jum'at (9/11

MAKASSAR, Linisiar.id – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Wilayah Sulselbar mengaku akan menyelesaikan sejumlah infrastruktur jalan yang sempat tertunda dan melakukan percepatan pembangunan tahun ini.

Hal itu diungkapkan Kepala BBPJN XIII Sulselbar, Miftahul Munir usai menemui Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Jum’at (9/11). BBPJN pun telah menyiapkan anggaran Rp1 triliun.

“Kurang lebih Rp1 triliun, kebanyakan kita melanjutkan program tahun lalu, kemudian di Takalar, juga kita selesaikan kurang lebih 100 Km, Poros Maros-Bone,” kata Miftahul.

Selain itu memperbaiki jalan yang rusak dibenahi, poros Sungguminasa-Takalar yang telah di janjinkan ke Bupati Gowa.

“Jadi tahun ini juga bisa kita laksanakan tahun lalu sebenarnya mau ada percepatan, cuma sampai saat ini revisinya belum keluar,” sebutnya.

Namun, dengan sisa waktu dua bulan, pihaknya merasa rasa tidak sanggup diselesaikan di tahun ini sehingga akan direvisi dan dilanjutkan ke tahun 2019.

Dari pertemuan tersebut, Miftahul mengungkapkan, ada beberapa fokus provinsi yang belum tertampung di BBPJN, karena bukan di ruas-ruas bukan jalan nasional, diantaranya program pembangunan jalan ke Seko di Luwu Utara (Lutra).

Bersama Dinas PU Sulsel, pihaknya sudah mendapat instruksi ada tambahan alokasi dan untuk penanganan jalan di Seko sama Bungoro di Pangkep.

“Ya angkanya sih sekitar Rp60-an miliar, jadi sekitar Rp30 miliar di Seko dan Rp30 di Bungoro, nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan lapangan, inshaallah saya rencana lapor Pak Kadis kita akan cek ke lapangan,” ujarnya.

Untuk Seko, diakuinya ruas jalan di sana kondisinya cukup berat karena masih jalan tanah, kondisinya rusak. Dari Rp30 miliar itu akan dilihat berapa kilo yang dapat dipenuhi.

“Kalau dari Rp30 miliar itu berapa kilometer yang bisa. Itukan saya belum lihat di lapangan. Targetnya adalah kita fungsionalkan dimana yang paling rusak berat itu kita sentuh. Yang lainnya mungkin kita krikil saja, yang penting lalu lintas dari pusat ekonomi yang dimaksud itu bisa diakses begitu,” paparnya. (*)