MAKASSAR, LINISIAR.ID – Dila, 8 tahun, salah satu dari puluhan anak pemulung di Kampung Pemulung, Jalan Dg Jalan Dg Matoa, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/12/2023), mengaku senang karena mendapat bingkisan, berisi perlengkapan mengaji, alquran dan iqra dari Lazis NU (Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadakah Nahdlatul Ulama) Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
“Terima kasih, saya merasa senang mendapat alquran,” singkat Dila, yang mengaku tidak perlu lagi meminta kepada orang tuanya dibelikan Alquran baru untuk mengaji.
Selain Dila, masih ada anak-anak pemulung lain, yang sebenarnya mengaji di Masjid Abdul Muthalib, tidak jauh dari gubuk tempat mereka tinggal. Hanya saja, belum berada di bawah naungan Kementerian Agama, sehingga selain memberi perlengkapan mengaji dan bingkisan lain, seperti makanan bagi anak pemulung, Lazis NU Makassar, akan memfasilitasi agar mereka bisa nanti terdaftar sebagai peserta taman pendidikan alquran (TPA).
Dari Lazis NU Makassar Supriadi mengatakan, meski dilakukan pemberian bantuan secara seremonial, tapi pihaknya tidak ingin, kegiatan tersebut hanya berhenti di situ. “Jadi tidak hanya sekedar bantu dan hanya mengaji, tapi kami akan membentuk TPA, dan membentuk jiwa-jiwa kurani,” katanya.
Dia juga menyebutkan, keberadaan mereka di sana juga memberi wadah anak-anak pemulung itu, setelah membantu orang tua memulung, juga tetapbisa belajar. “Karena kita tidak hanya berbagi alquran dan makanan,tapi juga berbagi optimisme. Bahwa diantara kita tidak ada jarak. Semua punya hak untuk sukses dan ceria,” lanjut Supriadi, yang juga dari Forum Komunikasi Guru Mengaji TPA Kemenag Kota Makassar.
Ela Nahlang, Komunitas Jumat Berkah Makassar menambahkan, jika mereka mendampingi anak-anak pemulung di Kampung Pemulung Pai tersebut sejak November lalu. “Jadi sejak November sudah ada kegiatan belajar mengaji. Dan harapannya, ini bisa berlanjut, dan anak-anak bisa terus belajar mengaj, dan semoga jadi amal jadilah,” tambahnya.
Imam Masjid Abdul Muthalib, Dg Tunru pun mengaku senang karena ada yang mewadahi anak-anak pemulung itu. “Saya juga bangga, karena mereka adalah generasi penerus. Semoga ini berkelanjutan,” haramnya.
Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Tanfiziah NU Kota Makassar Usman sofyan, dan Asrwati, dari Forum Komunikasi Guru Mengaji TPA Kemenag Kota Makassar, serta Babinsa Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya Serka Syamsuddin. (**)












