Akademisi Nilai Program Ekonomi Appi-Rahman Realistis dan Benar Secara Akademis

MAKASSAR, Linisiar.id – Akademisi Dr Bactiar Maddatuang yang juga Rektor STIE Amkop Makassar, menilai program ekonomi pasangan calon walikota dan wakil walikota Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando realistis, benar secara akademis atau ilmiah, dan sangat mudah dilakukan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

Penilaian Rektor STIE Amkop itu dikemukakan ketika Bachtiar Maddatuang tampil sebagai pembahas dalam acara kampanye virtual Munafri Arifuddin yang digelar di Studio Makassar Town Hall, Menara Bosowa, Rabu (7/10/2020).

Kampanye virtual itu diikuti warga di 10 kelurahan di tiga kecamatan (Makassar, Ujungpandang, dan Rapoocini). Kampanye virtual laiknya talkshow dan nobar namun dikemas secara interaktif sehingga warga dapat berdialog dengan Appi.

Appi kembali menegaskan, pertama-tama dan utama yang harus dikerjakan adalah mengatasi pandemi Covid-19 yang sangat berbahaya bagi masyarakat. Seperti komitmennya, jika terpilih, akan berusaha keras menjadikan Makassar kembali zona hijau Covid-19.

Setelah itu, katanya, dia akan menggunakan kewenangan walikota atau bersama-sama parlemen serta bersinergi pemerintah provinsi, untuk memberikan insentif-insentif bagi masyarakat.

Setidaknya, mengurangi pengeluaran warga dari beban pungutan yang dilakukan secara legal oleh pemerintah kota, seperti iuran sampah, retribusi, dan pajak-pajak daerah yang menjadi kewenangan walikota.

Dengan mengurangi beban itu, kata Appi, akan memperkuat daya beli warga sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan hidup lainnya.

Langkah berikutnya memberi insentif-insentif langsung, maupun meluncurkan program-program atau aturan-aturan yang memungkinkan masyarakat mengembangkan potensinya, meningkatkan pendapatannya, sehingga memperkuat daya belinya.

Program yang dijanjikan Appi berupa insentif dan stimulus, antara lain program yang berkeadilan, mendorong bertumbuhnya basis-basis baru ekonomi sekaligus menstimulus ekspansi bagi usaha yamg sudah stabil dan memerlukan stimulus pengembangan.

Ia mencontohkan program satu RW satu UMKM akan membuka lapangan kerja, terutama bagi pemuda yang putus kerja atau yang menganggur.

Mereka akan diberi pelatihan dan pendampingan, akses permodalan ke perbankan. Jika usaha itu berkembang, maka akan tercipta pembukaan lalangan kerja dan penyerapan tenaga kerja.

Dengan demikian, pengangguran teratasi, kemiskinan ditekan, kesejahteraan rakyat meningkat sebagai hakikat pembangunan ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Bachtiar Maddatuang mengatakan, dalam kondisi pandemi covid ini, memang dibutuhkan hadirnya pemimpin kota di tengah masyarakat yang sedang susah.

Pemimpin itu harus membawa terobosan-terobosan kebijakan untuk mengatasi problem covid-19 dengan segala implikasinya, maupun untuk program kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pemerintah kota, kata Bachtiar, memang sudah bukan jamannya lagi mengandalkan retribusi-retribusi yang mendesak warga untuk membayar.

Pemerintah justru harus berani menahan laju pengeluaran masyarakat untuk membayar iuran, retribusi dannlainnya untuk dialihkan ke belanja pemenuhan kebutuhan lain.

“Stimulus-stimulus yang dijanjikan Appi itu sangat baik dan amat bisa diberikan. Saya yakin parlemen dengan mudah menyetujui karena tujuannya untuk rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, anggaran pemerintah kota memang harus digunakan seefektif mungkin untuk memperkuat daya tahan ekonomi rakyat yang sedang kesulitan, tanpa menggangu usaha-usaha masyaralat yang sudah berkembang.

Ia pun menilai program Appi mensinergikan usaha-usaha masyarakat dengan Bank Perkreditan Rakyat, khususnya milik perusahaan daerah, merupakan program yang baik dijalankan karena bersifat simbiosis mutualiatis.

BPR sebagai pemberi kredit berkepentingan mengawasi dan mendorong pengembangan usaha masyarakat untuk mencapai kemajuan bersama. (*)