MAKASSAR, Linisiar.id – Prof Moh Ivan Azis, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Hasanuddin, memprediksi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia berakhir sekitar pertengahan bulan Mei sampai awal Juni mendatang.
Penelitiannya menggunakan metode pencocokan-kurva (melihat perkembangan) kasus postif terinfeksi virus corona. Model digunakan diberi nama model Sangat Sederhana Sekali (SSS).
Prof Ivan menjelaskan pengambilan sampel atau data melalui https://kawalcovid19.id dengan pencocokan data positif terjangkit corona.

Penerapan metode itu, kata dia, dengan mengambil asumsi hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di China, yakni pertumbuhan wabah corona mengikuti fungsi eksponesial.
“Satu-satunya set data yang digunakan bersumber dari Kawal Covid https://kawalcovid19.id, digunakan untuk memprediksi jumlah terinfeksi positif pada hari-hari selanjutnya” katanya.
Ia menghitung, mulai 2 Maret sampai 7 April jumlah postif terjangkit meningkat sangat signifikan. Namun, di perjalannya mulai tanggal 8 April jumlah terinfeksi positif akan menurun.
“Setelah diamati saya prediksi, nearly-zero infected (hampir nol terinfeksi) akan tercapai sekitar 17 Mei sampai 1 Juni 2020 mendatang.” ungkapnya.
Menurut Prof Ivan, yang menjadi indikator berakhirnya virus corona di Indonesia, diakibatkan kesadaran masyarakat indonesia untuk melakukan Social/Physical Distancing sesuai imbauan pemerintah.
“Social/Physical Distancing itu penyebab utamanya dan kesadaran masyarakat itu sendiri. Masyarakat belajar dari rasa takutnya, sehingga sadar bahwa physical distancing sangat perlu dilakukan,” pungkasnya.
Editor: Rizal P












