JAKARTA, LINISIAR.ID – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan melalui penyaluran hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sebanyak 24.053 ekor hewan kurban disiapkan BSI untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk kawasan 3T atau Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Baca juga: BSI Regional Makassar Kelola 163 Kg Emas, Didominasi Generasi Muda
Jumlah tersebut meningkat 57 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 15.272 ekor hewan kurban.
Peningkatan penyaluran kurban itu berjalan seiring dengan penguatan transformasi digital yang dilakukan perseroan melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card.
Melalui kerja sama dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi, transaksi kurban digital melalui platform BYOND tahun ini tercatat mencapai Rp2,5 miliar.
Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan BSI Hasanah Card untuk pembelian hewan kurban dengan nilai transaksi mendekati Rp20 miliar.
Partisipasi masyarakat dinilai meningkat karena kemudahan akses digital yang disediakan BSI serta pilihan harga hewan kurban yang terjangkau mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing.
Transformasi digital tersebut tidak hanya mempermudah masyarakat dalam beribadah, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan baru atau new growth engine bagi bisnis berkelanjutan perseroan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan bahwa perbankan syariah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial bagi masyarakat.
“Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ungkap Anggoro.
Program kurban BSI tahun ini juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi berantai atau multiplier effect bagi pelaku UMKM di sektor peternakan.
Sebanyak 37 peternak lokal dilibatkan dalam program tersebut, dengan 19 di antaranya merupakan UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di Aceh, Sumatera Selatan, Jabodetabek, Jawa, Sulawesi Selatan, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.
“Kami ingin memastikan ekonomi kerakyatan tumbuh dari hulu ke hilir. Peternak binaan kami berikan kepastian pasar dengan stok hewan yang terjaga kualitasnya. Melalui pendampingan ini, kami berharap usaha mereka semakin berkembang dan secara bertahap dapat naik kelas—dari semula menjadi penerima manfaat, ke depan mampu tumbuh menjadi pemberi manfaat atau pembayar zakat (muzaki),” tambah Anggoro.
Dalam pelaksanaannya, BSI juga menerapkan distribusi hewan kurban yang ramah lingkungan dengan menggunakan besek bambu sebagai wadah distribusi daging kurban.
Daging kurban tersebut didistribusikan ke lebih dari 600 ribu kantong untuk masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, dan pesantren.
BSI memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat dan prima serta telah memiliki sertifikat kelulusan uji klinis dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan Dinas Peternakan setempat.












