Daerah  

Program Rumah Sakit Husler Dianggap Berlebihan, Begini Penjelasan Budiman

Bagikan

LUTIM, Linisiar.id – Calon Wakil Bupati (Cawabup) Luwu Timur (Lutim), Drs. Budiman, MPd, memberi tanggapan balik mengenai program prioritas Husler-Budiman yang dianggap berlebihan.

Progam prioritas yang dimaksud adalah sektor kesehatan yakni rencana membangun rumah sakit di Towuti dan Malili.

Rencana membangun rumah sakit di Towuti dan Tomoni untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang sudah ada, termasuk 18 puskesmas di tingkat kecamatan, disampaikan pasangan nomor urut 1 ini pada salah satu kampanye dialogis.  

Budiman menjelaskan, program itu sama sekali tidak berlebihan. “Laju pertumbuhan penduduk 2,3% per tahun, maka diperkirakan pada tahun 2026, jumlah penduduk Luwu Timur diperkirakan mencapai 355.000 jiwa,” katanya.

“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, tentu membutuhkan pelayanan publik yang memadai. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang, maka kemungkinan besar pelayanan-pelayanan dasar, khususnya kesehatan, akan kewalahan di masa mendatang.

“Seperti itulah cara berpikir Pak Muh. Thorig Husler yang melampaui masa jabatannya,” tambah Budiman.

Budiman menyampaikan penjelasan itu dalam rangkaian safari kampanye dialogis Husler-Budiman Menyapa Desa di Desa Lakawali dan Lakawali Pantai, Kamis (22/10/2020).

Sehari sebelumnya, dalam kegiatan yang sama, juru kampanye Husler-Budiman, A. Zulkarnain mengatakan, keberadaan rumah sakit ini nantinya akan menjadi berkah bagi Desa Atue. Selain mendekatkan pelayanan kesehatan, juga ada efek ekonominya.

Selama safari di Desa Lakawali dan Lakawali Pantai, Budiman didampingi oleh Sekretaris Partai Golkar Luwu Timur Andi Zulkarnain, legislator dari Partai Golkar Najamuddin S.Sos, dan legislator PAN Hj. Harisah sebagai juru kampanye.

Najamuddin mengingatkan pentingnya melihat kompetensi sebagai kriteria utama memilih pemimpin.

“Pasangan Husler-Budiman ini paling pas, mereka adalah birokrat berpengalaman, tidak sekadar menjabat, mereka paham apa yang mereka kerjakan,” katanya.

Hj. Harisah dalam orasinya mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih pemimpin dan tidak mudah tergiur janji-janji bombastis, tapi tidak masuk akal.

“Saya tidak akan mendampingi Pak Budiman jika programnya tidak bisa direalisasikan, karena justru akan menjadi bumerang untuk saya dan Pak Naja. Saya yang akan ditagih,” katanya.

“Semua program Husler-Budiman itu realistis dan tidak muluk-muluk, semuanya bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Hj. Harisah juga menghimbau agar masyarakat Lakawali bekerja keras memenangkan Husler-Budiman, agar semua program pro rakyat di periode Husler bisa dilanjutkan dan ditingkatkan. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *