AMERIKA, Linisiar.id – Nama Derek Chauvin mendadak populer di seluruh dunia, terutama di negaranya yakni Amerika Serikat (AS).
Namanya menjadi buah bibir gegara rekaman yang menunjukkan aksinya ketika mengamankan seorang pria, George Floyd, yang diduga menggunakan uang (dolar) palsu ketika berbelanja di salah satu toko.
Belakangan George Floyd dinyatakan tewas dan Derek Chauvin dituduh bersalah dengan dakwaan pembunuhan.
Setelah itu, muncul gelombang protes besar-besaran di kota-kota negara bagian Amerika Serikat. Bahkan melebar ke beberapa negara di dunia. Pendemo menuntut keadilan untuk Floyd dan menghentikan rasisme untuk warga kulit hitam.
Setelah gelombang demo reda, kini muncul kabar baru lagi mengenai Derek Chauvin. Mantan polisi ini dilaporkan akan menerima uang pensiun Rp 14 miliar, meski nantinya divonis bersalah oleh pengadilan.
Sebelumnya, Derek Chauvin dipecat sebagai anggota Kepolisian Minneapolis setelah diduga menindih leher George Floyd hampir sembilan menit, dalam insiden 25 Mei 2020 lalu.
Mantan polisi berusia 44 tahun itu dijerat dengan tiga dakwaan, di antaranya pembunuhan tingkat dua, dan terancam dipenjara selama 40 tahun.
Akhir pekan ini CNN memberitakan, Derek Chauvin bisa tetap mendapatkan pensiun dikarenakan hukum yang berlaku di Minnesota.
Diberitakan, tidak seperti negara bagian lain di AS, meski nantinya diputus bersalah dalam suatu kasus kejahatan, terdakwa di Minnesota bisa tetap mengambil pensiunnya.
Asosiasi Pensiunan Pegawai Minnesota mengonfirmasi, Derek Chauvin tetap akan mendapatkan tunjangan hari tua yang bisa dia ambil ketika berusia 50 tahun.
Menurut CNN, setiap tahunnya Derek Chauvin bisa mendapatkan tunjangan 50.000 dollar AS (sekitar Rp 709 juta) selama periode 30 tahun atau jumlahnya mencapai 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 miliar.
Bahkan pensiun atau tunjangan hari tua Derek Chauvin bisa lebih besar lagi, jika selama bertugas, dia mengambil lembur yang jumlahnya bisa dikonversikan menjadi uang.
Selain Derek Chauvin, terdapat tiga pelaku lainnya yakni J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Namun, ketuganya tidak akan mendapatkan pension karena ststus mereka petugas baru. (*)










