Jumat, Januari 21, 2022

Butuh Penindakan Luar Biasa untuk Cegah Kejahatan Korupsi

Populer

PALOPO, Linisiar.id – Wali Kota Palopo HM Judas Amir, didampingi Forkopimda lingkup Kota Palopo, menghadiri puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 dengan tema Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi secara daring di ruang pertemuan Ratona, Kamis (09/12/2021).

Dalam kegiatan yang berlangsung secara daring tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan, bahwa tema tersebut diambil guna mengajak segenap anak bangsa mengambil peran memberantas dan melakukan apresiasi terkait dengan pemberantasan korupsi.

“Kita berharap semua anak bangsa memiliki semangat komitmen yang sama untuk meningkatkan pembangunan budaya anti korupsi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar sebagai bangsa, karenanya Hari Anti Korupsi menjadi penting bagi Indonesia

“Marilah kita sama-sama semangat untuk meninggalkan budaya korupsi, menjauhi perilaku perilaku koruptif. Semua lapisan dan elemen bangsa harus ikut terlibat dan mengambil peran membangun budaya anti korupsi ini,” katanya.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang mempunyai dampak luar biasa. Karenanya harus ditangani secara ekstra juga.

Dilihat dari jumlah kasus yang ditangani aparat penegak hukum, jumlahnya juga termasuk luar biasa pada periode Januari hingga November 2021.

“Polri telah melakukan penyidikan 1032 perkara korupsi di Kejaksaan. Pada periode yang sama telah melakukan penyidikan sebanyak 1486 perkara korupsi. Demikian pula dengan KPK yang telah menangani banyak sekali kasus korupsi,” kata Joko Widodo.

Dalam sebuah survei nasional di bulan November 2001 yang lalu, masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai permasalahan kedua yang mendesak untuk diselesaikan.

Urutan pertama adalah penciptaan lapangan pekerjaan yang diinginkan oleh masyarakat, yang mencapai 37,3%. Sementara urutan kedua adalah pemberantasan korupsi 15,2% dan urutan ketiga adalah harga kebutuhan pokok mencapai 10,6%.

Perkembangan yang menggembirakan, sebagaimana disebutkan dalam data BPS, indeks perilaku anti korupsi di masyarakat terus naik. Pada tahun 2019 berada di angka 3,7, 2020 di angka 3,84, sementara tahun 2001 di angka 3,88.

“Artinya semakin tahun semakin membaik. Bapak ibu yang saya hormati, melihat fakta-fakta tersebut diperlukan cara-cara baru yang lebih ekstra ordinary dalam metode pemberantasan korupsi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, penindakan hukum jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan. Namun dibutuhkan upaya-upaya yang lebih fundamental, dan lebih komprehensif agar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan, efek pada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting untuk menyelamatkan uang negara, dan mengembalikan kerugian negara,” katanya.

Turut hadir Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan Bakhtiar, Asisten III Bidang Administrasi Umum, HM Ishaq Iskandar, Kepala Inspektorat Asir Mangopo, dan Kajari Kota Palopo Agus Riyanto.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLANspot_img

Berita Terbaru