Waspadai, Bantuan Pemerintah Kerap Diklaim Kandidat di Pilkada

TANA TORAJA, Linisiar.id – Bantuan pemerintah seperti Banpres Produktif untuk UMKM sebesar Rp 2,4 juta, Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kerap dijadikan sebagai jualan politik oleh kandidat tertentu. Karena itu, sangat penting memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar tidak terjebak dan salah memilih pemimpin.

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, mengungkapkan, masyarakat harus diberikan pencerahan, bahwa bantuan-bantuan tersebut bersumber dari pemerintah pusat. Selain itu, sudah ada indikator tetap, siapa saja yang berhak menerimanya.

“Masyarakat harus diberi pencerahan, jangan sampai terjebak dan salah memilih,” kata Nurmal, Senin, (9/11/2020).

Menurut Nurmal, siapapun kandidat yang terpilih, program tersebut akan tetap ada. “Masyarakat sebenarnya juga sudah cerdas. Mereka sudah tau bahwa program-program itu dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara, Juru Bicara Theofilus Allorerung – Zadrak Tombeg, Lovielyn Dasa, mengungkapkan, pihaknya menjual program-program ke masyarakat, yang memang menjadi kebutuhan dasar mereka. Sosialisasi dilakukan secara massif dan santun.

“Kami mengedepankan politik santun, dan demokrasi yang sehat. Sayapun berharap tim-tim kandidat lain melakukan hal serupa, jangan ada kecurangan, supaya pertarungan fair,” kata Loviely. (*)