PANGKEP, Linisiar.id – Menutup program Kuliah Kerja Nyata Entrepreneurship (KKN-E) angkatan XII, mahasiswa Universitas Fajar (Unifa) menggelar Expo Produk Unggulan Desa.
Kegiatan yang digelar di alun-alun Kabupaten Pangkep, Senin 9 September malam, menjadi ajang mahasiswa menampilkan produk terbaik dari 29 desa dan kelurahan di Pangkep.
Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana saat membuka expo tersebut memberikan pujian kepada hasil kerja mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini perlu mendapat apresiasi sebab mahasiswa telah memberi banyak pengetahuan kepada masyarakat Pangkep utamanya dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada.
Menurut Syahban, kegiatan ini merupakan kolaborasi KKN Tematik dan pemerintah desa setempat untuk memberikan pengetahuan bagaimana mengolah potensi yang ada di daerahnya. Hal tersebut akan membantu warga untuk meningkatkan kesejahteraannya.
“Adanya kegiatan expo ini diharapkan bisa memperkenalkan produk-produk unggulan desa dan potensi yang dimiliki. Apalagi produk yang dihasilkan sangat bagus untuk dikembangkan lebih baik karena banyak dan beragam,” jelas Syahban.
Dalam expo yang dihadiri sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan kabupaten Pangkep, Deputi Rektor Bidang Akademik Unifa Nur Khaerat Nur serta Deputi Rektor Bidang Umum dan Keuangan Muh. Ridwan Hasanuddin, mahasiswa menyajikan produk unggulan seperti makanan olahan, furnitur berbahan bambu, paving blok berbahan sekam, serta berbagai jenis produk lainnya.
Rektor Unifa Muliyadi Hamid menyampaikan kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari agenda KKN yang berlangsung pada 29 desa yang ada di Kabupaten Pangkep. Adanya kolaborasi pelaksanaan KKN bersama Universitas Membangun Desa (UMD) sangat efektif dalam mengembangkan potensi unggulan desa.

“Kolaborasi ini mengefektifkan program KKN sehingga kita menghadirkan expo produk desa. Tiap desa memiliki potensi yang baik apabila dikelola dengan baik juga. Makanya, kami berharap kedepannya program KKN-E dan potensi unggulan desa bisa dilanjutkan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat untuk dosen maupun mahasiswa,” ungkapnya.
Muliyadi menambahkan Unifa tahun ini akan melakukan evaluasi dan peningkatan kurikulum berbasis organik yang diharapkan dapat diimplementasikan pada tahun mendatang. Tujuannya adalah merancang kurikulum yang bisa menjadi solusi bagi masyarakat di Sulsel.
Sebelum pembukaan expo, peserta KKN-E menggelar Seminar Socialpreneur yang dibawakan oleh dosen Unifa sekaligus Pendiri Growing Project, Novita Kumalasari. Dalam seminar ini, Novita memaparkan materi terkait pengembangan socialpreneur dalam mengembangkan produk desa. (*)












