Tinggal di Gubuk Bambu, Muslimah Sekeluarga Butuh Uluran Tangan

Bagikan

Palopo, Linisair.id – Bapak Muslimah, warga Desa Salu Jambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, bersama keluarganya yang berjumlah 8 orang, pindah ke Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, demi mencari biaya hidup untuk keluarganya.

Saat ini, Muslimah bersama keluarganya tinggal di gubuk bambu berukuran kecil. Gubuk ini terasa sempit, karena penghuninya sembilan orang.

Selain mencari nafkah sendiri, Muslimah juga kadang-kadang mendapat bantuan warga yang bersimpati. Antara lain bantuan berupa beras.

Saat ditemui oleh awak media, beberapa waktu lalu, Muslimah mengungkapkan alasannya pindah ke Kelurahan Purangi bersama keluarganya.

“Saya asli warga Desa Salujambu. Alasan datang kesini untuk bekerja, dikarenakan pendapatan saya sebelumnya belum cukup untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya.

Dalam keluarga ini, terdapat ibu mertua dari Muslimah yang sedang sakit. Ia menyertakan sang mertua pindah, agar bisa dirawat oleh istri dan anggota keluarga lainnya.

Sa;ah seorang warga Kelurahan Purangi, Arno, mengaku  merasa simpati pada keluarga Muslimah tersebut.

“Setidaknya kita bisa bantu sesuai dengan kemampuan kita. Apalagi anaknya masih kecil dan ibu mertuanya lagi sakit ditambah iparnya yang baru-baru kecelakaan di tempat kerja,” jelas Arno.

Ketua RT/RW setempat, Nurbaeti, yang dikonfirmasi media mengatakan, akan segera berkunjung ke kediaman keluarga Muslimah.

Sedangkan Arzad selaku Ketua Wilayah Relawan Kemanusiaan Gerakan Tanggap Ta’lim On The Road Palopo berharap, sejumlah komunitas, organisasi relawan, pemuda dan mahasiswa agar ikut andil membantu keluarga Muslimah.

“Ini adalah momen yang bagus, apalagi kita berada di bulan Agustus yang juga disebut bulan Proklamasi, karena di bulan ini Indonesia meraih kemerdekaan,” katanya.

“Sangat disayangkan apa bila kita sebagai pemuda milenial khususnya yang tergabung dalam komunitas relawan kemanusiaan, sama sekali tidak menunjukkan sikap kerelawanan kita kepada masyarakat sekitar. Jangan hanya ketika terjadi bencana besar di daerah luar kita begitu antusias, dan sedikit melupakan kebutuhan orang lain di sekitar kita,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar pemerintah tidak pandang bulu dalam memberikan bantuan, mengingat angka kemiskinan di Kota Palopo yang kian bertambah seiring pandemi Covid-19.

“Saya harap juga pemerintah Kota Palopo ikut membantu, baik menggunakan nama instansi ataupun individu. karena dari hasil keterangan yang kami lakukan, keluarga tersebut berinisiatif menetap di Kota Palopo khususnya di Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana,” tutup Arzad. (Ayub Sadega)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *