Kampus  

Teknologi Greenhouse IoT Bantu Petani Merica di Bantaeng Atasi Masalah Pengeringan

Tim dosen dan mahasiswa menyerahkan Greenhouse IoT kepada petani merica di Desa Balumbung pada Jumat siang untuk mengatasi masalah pengeringan saat musim hujan.
Tim dosen dan mahasiswa menyerahkan Greenhouse IoT kepada petani merica di Desa Balumbung pada Jumat siang untuk mengatasi masalah pengeringan saat musim hujan.
Bagikan

BANTAENG, LINISIAR.ID – Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Fajar, Universitas Hasanuddin, dan AK Manufaktur Bantaeng resmi menyerahkan fasilitas Greenhouse Berbasis IoT kepada pelaku IKM Tani Sejahtera di Desa Balumbung, Kabupaten Bantaeng, Jumat (12/9/2025)

Ketua tim dosen, Andita Dani Ahmad, mengatakan, inovasi ini diharapkan mampu menjawab persoalan klasik petani, khususnya dalam proses pengeringan merica yang sering terkendala cuaca dan hama.

Menurut dosen Universitas Fajar (Unifa) tersebut, Greenhouse modern ini dirancang dengan sistem pengeringan yang lebih efisien dan stabil. Menggunakan sensor suhu dan kelembapan berbasis internet (IoT), kondisi dalam greenhouse dapat dipantau secara real-time melalui perangkat digital.

“Fasilitas berukuran 3×4 meter ini dilengkapi rak bertingkat untuk menampung lebih banyak merica sekaligus menyediakan ruang penyimpanan bibit,” ujar Andita.

Menurut Harmin, pemilik UMKM penerima manfaat, keberadaan greenhouse ini sangat membantu, terutama di musim hujan. “Merica cepat kering, terhindar dari hama, dan saya tidak perlu lagi menjemur di jalan,” ungkapnya.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh HIBAH DPPM Kemendiktisaintek Tahun 2025.

Anggota tim terdiri dari dosen lintas kampus, yakni Andita Dani Achmad, M.T. (Unifa), Rahmita Saleh, M.I.Kom (Unifa), Andini Dani Achmad, M.T (Unhas), Muhammad Takdir Muslih, M.T (AK Manufaktur Bantaeng), dan Muhammad Ashar Fitrah, M.T (AK Manufaktur Bantaeng)

Pembangunan greenhouse dimulai sejak Agustus 2025, kemudian disertai sosialisasi kepada petani mengenai penggunaan teknologi IoT serta strategi pemasaran produk merica agar memiliki daya saing lebih tinggi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut dilibatkan secara aktif dalam proses pembuatan perangkat IoT dan pengelolaan sistem monitoring.

Hal ini tidak hanya memperkuat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi tepat guna.

Program ini selaras dengan tema “Kemendiktisaintek Berdampak,” yang menekankan pentingnya hasil riset dan pengabdian dosen dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan adanya greenhouse cerdas berbasis IoT ini, petani merica di Desa Balumbung diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menjadi lebih mandiri, dan pada akhirnya menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. (*)