Tangkap Penambang Ilegal, Polisi Amankan Emas 23 Kg Lebih

Ilustrasi

MAKASSAR, Linisiar.id – Mabes Polri bersama Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel mengamankan penambang emas ilegal di Timika, Papua usai menjual hasil penambangannya di Makassar.

Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol S Putut Wacaksono di Makassar, Kamis, (13/9/2018) mengatakan, tiga orang diamankan dalam kasus penambangan ilegal tersebut.

“Awalnya kami di Mabes menyelidiki kasus penambangan ilegal ini dan berhasil menangkap salah seorang dari mereka di Bandara Hasanuddin Makassar,” ujarnya.

Pelaku pertama yang diamankan Mabes Polri yakni berinisial “D”. Dari tangan pelaku ini, polisi mengamankan emas batangan sebanyak 15 batangan atau dengan berat 16,7 kilogram.

Usai penangkapan terhadap D ini, Mabes kemudian berkoordinasi dengan Polda Sulsel terkait kasus penambangan ilegal tersebut. Polda Sulsel yang melakukan pengembangan kasus berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya.

Satu pelaku diamankan di salah satu toko emas di Jalan Buru Makassar berinisial “J” yang berperan sebagai penadah atau pembeli barang hasil kejahatan.

“Peran D ini menambang pasir emas kemudian dimurnikan menjadi kepingan emas dan bahkan batangan lalu menjualnya kepada J,” katanya.

Kombes Putut menyatakan jika tersangka D ini sudah dua tahunan melakukan penambangan ilegal di Timika, Papua dan dimodali langsung oleh tersangka J.

Tersangka J juga mengakui jika dalam sebulan itu dirinya mendapatkan hasil penambangan emas dari D sebanyak dua hingga tiga kali yang semuanya sudah dimurnikan menjadi emas batangan.

“Jadi semua prosesnya ini menyalahi, tersangka D menambang secara ilegal dan didanai oleh J. Hasil penjualannya itu kepada J juga tidak dilakukan dengan benar atau dokumen dan hanya dijual gelondongan saja,” terangnya.

Dari tangan pelaku J ini, di toko emasnya polisi menyita barang bukti berupa emas batangan sebanyak 18 keping dengan berat 6,8 kilogram lebih.

Selain tersangka D dan J, polisi kemudian mengamankan tersangka lainnya yakni berinisial A. Tersangka A juga diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan barang bukti 10 lempengan emas batangan.