Tanggapi Hasil Ijtimak II GNPF, Jokowi Sebut Ma’ruf Amin Ulama Besar

JAKARTA, Linisiar.ID – Bakal calon Presiden Joko Widodo menanggapi santai dukungan Ijtimak Ulama II kepada pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

“Satu kelompok pendukung Prabowo, kelompok lain dukung saya dan kiai (Ma’ruf Amin). Ini (negara) demokrasi. Silakan, enggak dilarang,” kata Jokowi di Gedung INews, Senin (17/9).

Hal ini disampaikan menyikapi kesiapan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama memenangkan Prabowo-Sandi yang menjadi hasil Ijtimak Ulama II. Dalam Ijtimak Ulama yang digelar pada Minggu (16/9), Prabowo juga telah menandatangani Pakta Integritas yang disodorkan GNPF Ulama.

Jokowi enggan berkomentar banyak soal Ijtimak II. Dia justru mengatakan pasangannya dalam Pilpres 2019, Ma’ruf Amin tak bisa dipungkiri merupakan seorang ulama besar di Indonesia.

“Kita semua tahu Kiai Maruf Amin ulama besar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Itu tidak bisa ditutupi karena memang faktanya seperti itu,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Tak hanya menjabat Ketua Umum MUI Pusat, Ma’ruf juga hingga kini menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU). Terkait keikutsertaannya dalam Pilpres 2019, Ma’ruf sendiri saat ini nonaktif sementara dari jabatan Ketum MUI Pusat.

Jokowi menegaskan kontestasi lima tahunan mendatang harus menjadi ajang adu gagasan, prestasi, serta rekam jejak sehingga demokrasi masyarakat semakin matang.

“Jangan sampai dalam Pilpres ini memakai SARA lagi, cara fitnah yang saya kira tidak mendewasakan mematangkan demokrasi kita,” ucap Jokowi.

Ma’ruf Amin, sebelumnya juga merespons hal serupa. Menurutnya, hasil ijtimak ulama tak berpengaruh bagi pemenangan Prabowo dan Sandi.

Ia mengklaim dirinya dan Joko Widodo mendapat dukungan dari ulama besar dan ulama pemilik pesantren. Setidaknya sekitar 400 ulama siap mendukungnya bersama Jokowi tahun depan.

Salah satu ulama, kata dia, yang menyatakan mendukung Jokowi-Ma’ruf yakni Abuya Muhtadi yang disebut sebagai Mursyid Thoriqoh dan ahli ibadah.

Maruf juga meyakini ulama tidak akan terpecah karena Ijtimak Ulama. Sebab, dukungan yang ia terima tanpa paksaan. Ma’ruf juga mempertanyakan ulama yang hadir di agenda tersebut. Ia mempertanyakan apakah ulama tersebut memiliki pesantren atau tidak.

“(Ijtimak ulama) tinggal ulamanya mana, dari pesantren mana, siapa ulamanya,” ujar Ma’ruf.