JAKARTA, LINISIAR.ID – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menggelar aksi doa dan bela Palestina di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (12/10/2025).
Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan dukungan terhadap terwujudnya negara Palestina yang bebas, merdeka, dan berdaulat.
Aksi yang dihadiri oleh anggota KAHMI, kader HMI, dan berbagai elemen masyarakat dari kawasan Jabodetabek tersebut berlangsung khidmat.
Dalam orasinya, Ketua KAHMI Unkris, Hermanto, mendesak negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengakui dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka.
Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan kepada rakyat Palestina untuk membentuk pemerintahan sendiri tanpa intervensi dari negara mana pun.
“Dukungan kami juga ditujukan kepada peran aktif dan intensif Presiden Prabowo untuk mewujudkan negara Palestina melalui diplomasi internasional dengan negara-negara besar, negara-negara Arab, serta PBB,” ujar Hermanto di sela-sela aksi.
Lebih lanjut, Hermanto menuntut agar kesepakatan damai yang digagas oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat dapat diterapkan secara konsisten.
Tuntutan tersebut mencakup penarikan seluruh mesin perang dan tentara Israel (IDF) dari Jalur Gaza dan wilayah pendudukan lainnya, serta pembukaan blokade bantuan pangan dan medis bagi warga Gaza.
“Kami mendesak Israel untuk menghentikan seluruh bentuk pembunuhan dan genosida yang tidak berperikemanusiaan. Wujudkan perdamaian abadi yang setara, bebas, dan merdeka,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Mey Cahyono dan Prof. Euis Saribanon juga menyampaikan orasi sekaligus membacakan 15 Poin Deklarasi KAHMI Unkris.
Beberapa poin utama dalam deklarasi tersebut antara lain:
* Mendorong Pemerintah RI menyuarakan reformasi PBB dan penghapusan hak veto.
* Menolak keikutsertaan Israel dalam ajang Kejuaraan Senam Dunia di Indonesia.
* Menetapkan status Palestina sebagai anggota penuh PBB, bukan lagi sebagai negara pengamat.
“Kami menuntut keadilan dengan prinsip demokrasi global yang setara,” terang Mey Cahyono saat membacakan poin deklarasi.
Aksi yang dipandu oleh Yasir Indra sebagai Ketua Pelaksana ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.00 WIB dan ditutup dengan doa oleh Asep Irawan.
Setelahnya, massa aksi KAHMI Unkris bergerak bergabung dengan elemen masyarakat lain dalam aksi serupa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Monas.












