RAMAH akan Bangun Beberapa Rest Area, Begini Tujuannya

PANGKEP, Linisiar.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Abd Rahman Assagaf-Muammar Muhayang (RAMAH) terus bergerak menyasar masyarakat di pedesaan.

RAMAH memperkenalkan program-program mereka yang semuanya pro rakyat dan menyentuh kebutuhan dasar menyarakat.

Hari Kamis (26/11/2020), calon Bupati Pangkep Mummar Muhayang melakukan sosialisasi pada empat titik yakni Desa Biraeng, Desa Bontomanai, Desa Bonto Perak, dan Desa Bulu-bulu.

Muammar Muhayang didampingi oleh mantan anggota DPRD Pangkep dari Fraksi Gerindra, Mustari Dg Masse yang berani meninggalkan Partai Gerindra demi memenangkan pasangan RAMAH.

Kepada warga pada empat lokasi kampanye, Muammar Muhayang menyampaikan komitmen RAMAH membenahi pemerataan aliran listrik yang masih menjadi keluhan warga.

Muammar Muhayang kembali menyampaikan komitmen RAMAH saat memimpin Pangkep untuk menerangi jalan dari Kalibone hingga Mandalle. Begitu juga jalan-jalan di wilayah terpencil.

RAMAH juga punya program membangun sejumlah rest area atau tempat persinggahan pada beberapa titik di Kabupaten Pangkep.

Dengan banyak rest area yang representatif, maka warga yang melakukan perjalanan lintas kabupaten dan lintas provinsi, tertarik singgah di Kabupaten Pangkep.

“Kabupaten Pangkep akan menjadi tempat beristirahat sejenak dan mungkin mereka bisa tinggal berlama-lama menikmati keindahan Pangkep,” kata Muammar Muhayang.

Jika banyak pengendara yang mampir di rest area tersebut, maka dengan sendirinya menjadi peluang ekonomi bagi warga Pangkep.

Menurutnya, Kabupaten Pangkep kaya sumber daya alam yang jika dikelola dengan baik, bisa menjadi tempat wisata andalan.

Karena itu, Muammar Muhayang mengajak warga memilih nomor urut 2, agar RAMaH bisa merealisasikan program-program kerja yang akan menyejahterakan masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang maksimal dan mudah diakses masyarakat, juga menjadi perhatian pasangan RAMAH.

“Dengan hanya menunjukkan KTP berdomisili Pangkep, harusnya rumah sakit bisa langsung menindaki pasien yang gawat. Jangan membuat ribet jika untuk masalah kesehatan,” kata Muammar Muhayang, mengakhiri orasi di Desa Bulu-bulu, Anrong Appaka. (*)