Minggu, Juni 13, 2021

Polimedia Tingkatkan Kompetensi Dosen Hingga Sistem Kepegawaian Yang Ketat

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Politeknik Negeri Media Kreatif terus melakukan pengembangan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dan para dosen, sehingga serapan lulusan mahasiswa Polimedia bisa lebih meningkat.

Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, Purnomo Ananto dalam kunjungannya ke kampus PSDKU Polimeda Makassar, Kamis (10/6/2021), mengungkapkan, dosen diwajibkan memiliki kompetensi yang telah diuji. Baik sertifikat kompetensi dari industri kompetensi atau pun dari lembaga sertifikasi profesi.

“disamping sertifikasi dosen, para dosen di Polimedia juga diwajibkan memiliki satu sertifikat kompetensi yang diuji, terserah dosennya mau ambil kompetensi apa. Selain itu mereka juga diperkuat dengan short course dan pelatihan pelatihan,” kata Purnomo.

Lebih lanjut Purnomo menekankan pentingnya meng-upgrade keahlian para dosen Polimedia, mengingat di Polimedia tercatat hampir 5 ribu mahasiswa dari Polimedia di Jakarta dan dua Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yakni Polimedia Makassar dan Medan. Kondisi ini tentu menjadi tugas bagi Polimedia apalagi beberapa program studi berbasis industri kreatif yang kini menjadi trend kebutuhan bagi hampir semua perusahaan baik BUMN atau Perusahaan swasta.

“Polimedia menjadi kampus yang berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, karena Polimedia ada kampus vokasi yang berbasis industri kreatif. Kondisi tersebut didukung dengan minat para mahasiswa yang luar biasa ingin melanjutkan pendidikan di Polimedia,” jelas Purnomo.

Untuk di Makassar, Kepala Unit PSDKU Polimedia Makassar, H Suardi menjelaskan, saat ini permintaan dari perusahaan untuk lulusan teknik grafika PSDKU Polimedia Makassar sangat tinggi. PSDKU Polimedia Makassar pun kewalahan memenuhi permintaan dari para perusahaan tersebut.

“(Lulusan) sudah hampir terserap angkatan kerja ke industri, terutama (lulusan) teknik gafika kami kewalahan diminta dari Kendari, Palu, minta operator, tetapi kita sangat terbatas,” kata Suardi di Makassar, Kamis (10/6/2021).

Suardi mengakui jika lulusan Teknik Grafika PSDKU Polimedia Makassar masih terbatas, karena penerimaan kuota penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya hanya satu kelas dengan jumlah maksimal 32 orang.

Ia menjelaskan, PSDKU Polimedia Makassar memiliki lima program studi, masing-masing prodi Teknik Grafika, Periklanan, Penerbitan, Desain Grafis, dan Multimedia. Kuota penerimaan mahasiswa baru PSDKU Polimedia Makassar tahun 2021 hanya 286 orang dengan rincian, satu kelas untuk prodi Teknik Grafika, Periklanan, dan Penerbitan. Sementara, prodi Desain Grafis dan Multimedia masing-masing tiga kelas.

PSDKU Polimedia Makassar juga sudah menjadi mitra dengan industri kreatif di Kota Makassar, termasuk perusahaan media untuk proses pemagangan maupun kunjungan studi.

“Kita menempatkan mahasiswa semester enam untuk praktek idustri selama 3 bulan. Ada juga 4 bulan tetapi ke depan ada 6 bulan,” katanya.

Suardi menegaskan, proses pemagangan di industri akan menjadi syarat utama mahasiswa PSDKU Polimedia Makassar untuk menyusun tugas akhir.

Sementara itu, Polimedia juga didukung oleh pengembangan penelitian terbaru dalam meningkatkan apa yag menjadi kebutuhan kedepannya. Dr. Tipri Rose Kartika, MM
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat menjelaskan, Polimedia didukung dengan pengembangan penelitian dan pengabdian ke masyarakat yang dilakukan para dosen berbasis keahlian dan terapan hasil produk. Sehingga Polimedia cukup selektif dalam melakukan penelitian dan lebih menekankan pada pengembangan hasil produk.

“Kami cukup selektif dalam menerima proposal penelitian yang diajukan dosen. Dalam proses pengajuan penelitian kami melakukan dua kali tahap seleksi yang pertama adalah seleksi duplikasi, setelah itu kami menilai konten yang dinilai oleh internal pusat penelitian Polimedia dan reviewer nasional untuk menyeleksi proposal penelitian atapun pengabdian dosen ke masyarakat. Sehingga hasil penelitian benar-benar bermanfaat kedepannya.” papar Tipri.

Selain itu, kedisiplinan para dosen Politeknik Media Kreatif kini semakin ketat. Sistem kepegawaian di Polimedia kini telah menggunakan finger print yang terkoneksi langsung dengan pusat. Sehingga aktivitas para dosen lebih untuk dipantau oleh pusat.

“Kini kami lebih mudah dalam memantau aktivitas para dosen dengan adanya alat finger print yang bisa terkoneksi langsung ke pusat. Sehingga nantinya, para dosen yang tidak dispilin akan dinilai dan bisa mendapat sanksi hingga pemotongan tunjangan,” tutup Uliana Kreni, Koordinator Umum dan Keuangan.

 

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru