Daerah  

Pedagang Udang Keluhkan Kurangnya Pembeli di Pasar Tradisional Suli

Aktivitas salah satu penjual udang, Mariani, di Pasar Tradisional Suli, Sabtu, (9/1/2021). (Fate)
Bagikan

LUWU, Linisiar.id – Mariani seorang pedagang udang di Pasar Tradisional Suli Luwu mengeluhkan kurangnya pembeli di masa pandemi covid-19.

Perempuan berusia 31 tahun ini mengatakan hari demi hari pendapatnnya terus menurun dari hari biasanya. Selama pandemi ini pun penghasilannya tidak menentu.

“Kadang saya hanya mendapatkan Rp 50 ribu sehari karena kurangnya pembeli, tapi kadang juga Rp 100 ribu perhari. Saya menjual satu mangkuk kecil itu seharga Rp 5 ribu dan yang mangkuk besar seharga Rp 10 ribu,” kata Mariani, Sabtu(9/1/2021).

Kata dia, penghasilannya sekarang kurang lebih Rp 700 ribu perbulan, padahal dulunya sebelum covid-19 dia bisa memperoleh Rp 800-900 ribu perbulan.

“Sebelum saya menjual, saya membeli udang dari orang-orang yang ingin menjual udang dari empangnya, kemudian saya jual kembali,” ujarnya.

Mariani membeli udang seharga Rp 45 ribu satu kilo, dan menjualnya kembali dengan harga Rp 50 ribu. Ia menjual dari hari Selasa sampai Minggu untuk memenuhi kebutuhan dua anaknya. Mariani sendiri telah berdagang udang hampir dua tahun lamanya. (Fate)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *