None Minta Jangan Tolak Anak Pengungsi Bersekolah di Sulsel

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo

MAKASSAR, Linisiar.ID – Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo, menyebutkan sebanyak 600 orang lebih pelajar SMA dan sederajat yang merupakan korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah bersekolah di Sulsel.

“Data siswa SMA/SMK yang masuk di cabang dinas itu kurang lebih 600 siswa titipan, ” ujar None, Kamis (11/10/2018).

None mengatakan para korban bencana alam itu harus tetap bersekolah, meski status mereka di sekolah-sekolah di Sulsel bersifat siswa titipan.

“Jadi siswa pengungsi atau orang yang dari Palu sekolah di Makassar itu masih bersifat siswa titipan. Supaya dia tidak putus belajarnya, ” kata None, sapaan Irman Yasin Limpo, Kamis (11/10/2018).

Meski begitu, pelajar bersangkutan nantinya akan memilih, apa ingin menjadi siswa tetap di sekolah atau ingin kembali lagi di sekolahnya yang berada di Sulteng.

“Ada suatu waktu kita akan meminta memilih apakah tetap menjadi titipan atau kah menjadi siswa tetap, pada saat memilih siswa tetap maka kami akan meminta Dinas Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengirimkan dapodik, ” kata None.

Nono juga mengimbau kepada setiap kepala sekolah di Sulsel tidak boleh menolak pengungsi dan tidak boleh mempersulit kelengkapan berkas.

“Tidak boleh ada sekolah di Sulawesi Selatan yang menolak pengungsi, dan tidak boleh dimintai kelengkapan berkas, tidak boleh disuruh memakai seragam kalau memang tidak memiliki seragam, ” ujar None.