Metro  

Migrasi Penduduk Makassar Didominasi Faktor Kerja dan Pendidikan

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID — Faktor pekerjaan, pendidikan, dan dinamika keluarga menjadi pendorong utama tingginya angka perpindahan penduduk keluar Kota Makassar sepanjang 2025.

Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menunjukkan arus keluar penduduk masih lebih besar dibandingkan jumlah pendatang baru.

Hingga akhir November 2025, tercatat 28.235 warga pindah keluar Makassar, sementara penduduk yang masuk sebanyak 23.413 jiwa. Selisih hampir 4.800 orang tersebut menempatkan Makassar pada kondisi migrasi bersih negatif.

Kepala Disdukcapil Makassar, Muhammad Hatim, mengatakan mobilitas penduduk di kota besar merupakan fenomena yang wajar dan dipengaruhi berbagai faktor kehidupan.

“Perpindahan penduduk umumnya dipicu oleh peluang kerja, melanjutkan pendidikan, hingga keputusan kembali ke daerah asal atau mengikuti keluarga,” ujar Hatim.

Ia menjelaskan, lonjakan perpindahan keluar terjadi pada pertengahan tahun, terutama pada Juli, bertepatan dengan masa kelulusan sekolah dan perguruan tinggi. Pada periode yang sama, jumlah pendatang juga meningkat, namun belum mampu mengimbangi warga yang meninggalkan kota.

Tren tersebut bukan kali pertama terjadi. Pada 2024, Disdukcapil mencatat 33.988 warga pindah keluar, sementara pendatang baru mencapai 26.896 jiwa, menunjukkan pola migrasi yang relatif konsisten dari tahun ke tahun.

Menurut Hatim, data migrasi menjadi rujukan penting bagi pemerintah kota dalam menyusun kebijakan kependudukan dan perencanaan layanan publik.

“Data ini menjadi dasar perencanaan pelayanan administrasi kependudukan dan kebijakan pembangunan agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” katanya.

Disdukcapil masih melakukan pemutakhiran data hingga Desember 2025. Namun, tingginya mobilitas penduduk diperkirakan membuat tren arus keluar tetap mendominasi hingga akhir tahun. (*)

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *