Rabu, Desember 7, 2022

Meski Tak Dihadiri Presiden Jokowi, Musra II Dipadati Ribuan Warga Sulsel

Populer

MAKASSAR, Linisiar.id – Pelaksanaan Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) ke-II di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (12/11) dihadiri sekitar 15 ribu warga dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal hadir karena sedang mengikuti KTT ASEAN di Kamboja, ribuan warga tetap antusias mengikuti jalannya Musra. Warga yang didominasi pakaian serba putih, sudah berkumpul di depan gedung CCC dua jam sebelum pelaksanaan Musra.

Dalam Musra II ini menghadirkan sejumlah tokoh pembicara, yakni akademisi Unhas Dr Adi Suryadi Culla MA, tokoh Sulsel Dr Chairul Amir, dan motivator Harun Ar-Rasyid.

Termasuk pula Wakil Menteri Desa yang juga Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang turut didampingi Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto yang juga dewan pembina pelaksanaan Musra II Sulsel, Ketua Panitia Pusat Musra Panel Barus, Dewan Pengarah Pusat Musra Handoko, dan staf ahli Gubernur Sulsel Dr Andi Mappatoba yang mewakili Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Dalam Musra ini seluruh peserta memindai barcode dengan ponselnya yang langsung terhubung ke link kuisioner dan kolom yang akan diisi nama figur calon presiden dan calon wakil presiden sesuai pilihan peserta Musra. Nantinya hasil jajak pendapat via daring ini akan diakumulasi oleh panitia Musra dan akan digabungkan bersama hasil Musra di kota-kota lainnya.

Menurut Panel, Musra pelaksanaan Musra II sedianya digelar di Makassar pada 2 Oktober lalu, namun tertunda disebabkan peristiwa Kanjuruhan yang menimbulkan 135 korban jiwa sehari sebelumnya. Sebelum di Makassar, gelaran Musra sudah mulai bergulir di beberapa propinsi, seperti Jawa Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.

Adapun tujuan Musra digelar, lanjut Panel, guna memberi kesempatan bagi rakyat Indonesia menentukan sendiri siapa pemimpin dan apa program prioritas bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Tujuan Musra sederhana, kita menginginkan rakyat menentukan sendiri siapa pemimpin, apa programnya. Urusan ini bukan hanya milik elit saja, nama-nama Capres urusan seluruh rakyat indonesia, buka ruang sebesar-besarnya terlibat dalam menentukan siapa pemimpinnya,” ujar Panel.

Sementara menurut Danny, pelaksanaan Musra di Makassar sebagai bukti demokrasi terwujud di kotanya.

“Rakyat Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar akan memilih calon pemimpinnya tanpa paksaan, tanpa rasa takut sesuai hati nuraninya sendiri. Ini demi Indonesia, demi anak-anak kita untuk hidup lebih baik, dengan memilih pemimpin terbaik,” ungkap Danny.

Ketua Umum Projo yang juga Wakil Menteri Desa, Budi Arie Setiadi mengatakan Musra di Makassar harus memberi warna yang menyatukan Indonesia ke arah kemajuan, sesuai dengan jejak sejarah persatuan para pemuda dari seluruh daerah di Nusantara yang kemudian mencetuskan nama Indonesia dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 silam.

“Makassar harus buktikan simbol pelopor persatuan Indonesia, ini forum akar rumput, agar supaya pengganti Pak Jokowi tidak jauh-jauh karakternya,” pungkas Budi.

Dalam Musra ini juga menampilkan pertunjukan musik, tari-tarian khas Sulsel dan atraksi sepak raga yang memukau para peserta Musra.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

Berita Terbaru