GOWA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan 77 menggelar kegiatan penyuluhan bertema kenakalan remaja di SMP Negeri Bontomarannu, Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Kegiatan kolaborasi mahasiswa KKN dan pihak sekolah ini diikuti 50 siswa-siswi, Kamis (7/8/2025).
Tujuan utamanya adalah memberikan edukasi kepada siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja seperti perundungan, kebiasaan merokok, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba, serta dampak hukum dan sosial yang menyertainya.
Kepala SMP Negeri Bontomarannu, Hadiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam membekali siswa menghadapi masa remaja yang penuh tantangan.
“Usia remaja adalah masa transisi yang krusial. Bekal pengetahuan dan motivasi seperti ini sangat dibutuhkan agar mereka mampu membuat pilihan yang tepat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UIN Alauddin dalam membentuk karakter siswa.
“Kami berharap setelah mengikuti penyuluhan ini, para siswa dapat menjadi pribadi yang lebih bijak, bertanggung jawab, dan terhindar dari perilaku menyimpang,” tambahnya.
Koordinator Desa KKN UIN Alauddin Angkatan 77, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Menanggulangi kenakalan remaja adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya, seraya berharap kerja sama semacam ini dapat terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi generasi muda di Bontomarannu.
Penyuluhan terbagi dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, Aipda Rusli R., S.M., Bhabinkamtibmas Desa Romangloe dari Polsek Bontomarannu, menyampaikan pentingnya menaati aturan dan konsekuensi hukum dari perilaku menyimpang.
“Salah satu faktor penting adalah hati atau iman yang bersih, dengan beribadah untuk membentengi diri dari kata khilaf,” ujarnya.
Sesi kedua diisi oleh Abiyyu Arib Mahyiyuddin R., S.Psi., S.Pd., yang membahas jenis, tingkat, dan cara mencegah kenakalan remaja. Ia menekankan pentingnya pergaulan sehat dan aktivitas positif seperti belajar, olahraga, dan pengembangan bakat.
Sesi ini juga membuka ruang diskusi interaktif, di mana siswa dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mendapatkan solusi praktis atas tekanan sosial yang mereka hadapi.
Kegiatan penyuluhan berlangsung lancar dan ditutup dengan semangat serta komitmen bersama untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, bertanggung jawab, dan bebas dari pengaruh negatif. (*)












