MAKASSAR, LINISIAR.ID — Menghadapi tantangan global, dunia pendidikan di segala jenjang berlomba-lomba melakukan perubahan, terkhusus satuan pendidikan yang berada di bawah bendera yayasan.
Tantangan ini, memang sangat terasa bagi yayasan pendidikan yang mulai berkembang. Persaingan menarik minat calon murid, begitu terasa jelang pendaftaran peserta didik baru.
Hal tersebut tak ditampik Direktur Lembaga Pengembangan Studi (LPS) Makassar, Abdul Muhsin, S. Pd., M. Pd, Sabtu 17 Januari 2026.
Menurutnya, persaingan menawarkan beragam fasilitas pendidikan, memang terbilang condong belakangan ini.
“Jadi, biaya pendidikan bukanlah satu-satunya penentu daya tarik para calon peserta didik baru. Fasilitas sekolah itu yang utama. Bagaimana mereka bisa nyaman dan mendapatkan semua kebutuhan ilmunya, ” ucapnya.
Menanggapi kehadiran gedung baru SIT Raffasya Baitul Makmur (RBM) Makassar, bagi Muhsin, itu sebuah terobosan dengan nilai tawar baru.
Gedung dibilangan Kompleks Ramayana Pettarani itu, memiliki beragam fasilitas eksklusif yang khusus dibuka kelas TKIT dan SDIT. Selain ruang kelas ber AC, gedung berlantai 5 tersebut juga memiliki fasilitas kolam renang.
“Inillah yang saya maksud. Bagaimana murid bisa dibuat nyaman saat belajar. Itu yang mereka butuhkan, dan SIT RBM telah menjawab kebutuhan itu, ” lontar Muhsin yang banyak terlibat dalam pengembangan kurikulum sekolah Islam di daerah ini.
Bagi dia, SIT RBM yang terus berkembang bakal mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yayasan Islam ternama lainnya. Terus melakukan terobosan, langkah strategis hingga pengembangan di segala lini.
Gedung baru di pusat bisnis Ramayana, menurutnya, itu keputusan tepat karena sangat strategis. Nyaris tak ada sekolah serupa dalam radius beberapa kilometer.
“Ini peluang yang dimanfaatkan mereka (SIT RBM, red), dalam hal ini pihak yayasan, sehingga keberadaannya bakal diperhitungkan, ” benernya.
Gedung baru di Jl. AP Pettarani, Kompleks Ramayana Ruko Sardonyx itu, merupakan gedung kedua SIT RBM setelah gedung pertama di Jl. AR Hakim, wilayah Kecamatan Tallo yang berlantai tujuh. (#)












