INGGRIS, Linisiar.id – Liverpool mencatat penghasilan fantastis seiring berakhirnya kompetisi Liga Inggris 2019-2020 yakni 175 juta pounds atau sekitar Rp 3,4 triliun.
The Reds, julukan Liverpool, mendapatkan dana segar itu sebagai kampiun Liga Inggris musim ini. Mengungguli juara musim lalu, Manchester City.
Penghasilan Liverpool menjadi rekor baru sebagai klub dengan penghasilan tertinggi di akhir musim Liga Inggris atau Premier League.
Daily Mirror melaporkan, Kamis (13/8/2020), Liverpool memecahkan penghasilan Manchester City sebagai juara Liga Inggris 2018-2019 lalu. Ketika itu, Man City mendapat uang tunai 150 juta pounds atau setara Rp 2,9 triliun.
Liverpool akan mengantongi dana segar Rp 3,4 triliun setelah pihak klub menunda untuk melakukan pemotongan pendapatan dari hak siar televisi.
Sebelumnya, seluruh klub diharuskan mengembalikan pendapatan dari hak siar televisi karena Liga Inggris sempat ditunda.
Jumlah yang mestinya dikembalikan oleh seluruh klub peserta Liga Inggris bisa mencapai 330 juta pounds atau sekitar Rp 6,4 triliun.
Namun, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Liga Inggris pekan lalu, penundaan pemotongan hak siar Liverpool dikabulkan.
Dengan demikian, akhir musim ini, Liverpool akan menerima dana Rp 3,4 triliun.
Jika tim besutan Juergen Klopp melakukan pemotongan pendapatan hak siar musim ini, Liverpool akan kehilangan 21 juta pounds atau setara Rp 406 miliar.
Menurut informasi, besarnya pembagian dana hak siar tergantung peringkat klub pada klasemen di akhir musim kompetisi.
Liverpool peringkat pertama sebagai juara liga. Dengan dana segar Rp 3,4 triliun, Liverpool bisa aktif di bursa transfer musim panas ini.












