Lantik 9 Pejabat Baru, Kajati Sulsel Minta Kembalikan Muruah Kejaksaan

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR ID – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan Leonard Eben Ezer Simanjuntak, melantik sembilan orang pejabat eselon III, Assisten Pidana Khusus (Adpidsus) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di lingkup Kejati Sulsel, Selasa 7 November 2023 di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel. Pelantikan dilakukan, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-498/C/10/2023 tentang pemindahan/pengangkatan dengan pangkat yang sama.

Kesembilan nama itu adalah Jabal Nur dilantik sebagai Adpidsus Kejati Sulsel yang sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Lubuk Pakam. Lalu ada Ewang Jasa Rahadian dilantik sebagai Asisten Pengawasan Kejati Sulsel, yang sebelumnya Inspektur Muda Intelijen dan Tindak Pidana Khusus pada Inspektorat III Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung di Jakarta.

Kemudian ada Muhammad Ihsan dilantik sebagai Kajari Gowa, yang sebelumnya Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur di Kupang. Ada juga Andi Usama Harun, sebagai Kajari Wajo, yang sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Luwu di Belopa. Lalu Zulmar Adhy Surya sebagai Kajari Luwu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah di Palu.

Selanjutnya, Padeli dilantik jadi Kejari Enrekang, yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara di Manado, dan Agung B Kade Kusimantara sebagai Kajari Pinrang, yang sebelumnya Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bali di Denpasar. Serta Satria Abdi, yang sebelumnya menjabat Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung di Pangkal Pinang, dilantik jadi Kajari Bantaeng. Dan terakhir Akbar, dilantik sebagai Koordinator di Kejati Sulsel, yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Keamanan Negara, Ketertiban Umum dan Tindak Pidana Umum Lainnya pada Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Menurut Leonard, rotasi atau alih jabatan di lingkungan kejaksaan adalah siklus yang dibutuhkan, untuk regenerasi sekaligus penyegaran personil dan organisasi. “Ini sebagai upaya penataan melalui pergantian dan penyegaran ini dipandang perlu sebagai ikhtiar kejaksaan, senantiasa tetap kuat, lebih solid, dan lebih siap guna menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis dan kompleks saat ini dan di masa yang akan datang,” katanya.

Leonard menegaskan, pejabat yang mendapat kenaikan pangkat atau mendapat jabatan baru, adalah orang-orang terbaik adhyaksa, karena sudah melalui proses kajian mendalam, pertimbangan matang serta penilaian obyektif untuk mengisi jabatan yang telah ditentukan.

“Sebagai lembaga penegakan hukum dan juga sebagai lembaga pemerintah yang dipercaya dan dicintai oleh masyarakat, serta bangsa dan negara, para pejabat baru tersebut diharpakan bisa menjaga amanah yang diberikan. Ada tiga hal utama yang harus dipehatikan, yaitu melaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, berkomitmen, serta menegakkan semangat Een En Ondeelbaar dan saling bahu membahu,” urai Leonard.

Dia menambahkan, agar seluruh pejabat dan pegawai kejaksaan di wilayah hukum Kejati Sulsel, terus bekerja keras mengembalikan muruah kejaksaan, dengan melakukan perubahan-perubahan yang sangat massif, serta menunjukkan keberanian yang sangat luar biasa dengan mengungkap kasus-kasus mega korupsi yang telah menimbulkan kerugian keuangan negara bahkan perekonomian negara. (**)