Metro  

Kuota PPDB SD Belum Terpenuhi, Disdik Makassar akan Atur Alokasi Penempatan Casis

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Makassar, Muhammad Aris, S.Pd, M.Pd
Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID –  Kuota penerimaan peserta didik baru tingkat sekolah dasar (PPDB SD) di Kota Makassar belum terpenuhi seluruhnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar, Muhammad Aris, mengatakan untuk jalur zonasi terdapat kuota sebesar 14.259 siswa.

“Pendaftar hanya 13.245, sementara yang dinyatakan lulus hanya 11.993 siswa. Jadi untuk jalur zonasi ada kekurangan sekitar 2.266 siswa,” katanya di Makassar, Rabu (3/7/2024).

Ia menjelaskan, pendafataran jalur zonasi sudah ditutup pada 30 Juni 2024 lalu.

Karenanya, pihak Disdik Makassar akan mengatur alokasi penempatan calon siswa yang belum mendapatkan sekolah, setelah semua tahapan jalur baik zonasi maupun non-zonasi ditutup pada tanggal 5 Juli 2024.

Aris menambahkan, untuk jalur afirmasi bagi calon siswa dari keluarga tidak mampu, kuota yang disiapkan sebesar 7.600 siswa. Namun sampai hari Rabu (3/7/2024), tercatat baru 508 pendaftar.

Kurangnya pendafatar di jalur ini, sebabkan banyaknya calon siswa yang tidak memenuhi syarat, antara lain tidak tercatat dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial RI.

Kurangnya pendaftar juga terjadi di jalur perpindahan orang tua. Dari 975 kuota, tercatat pendaftar hanya 353 siswa dan yang sudah terverifikasi 166 orang.

“Sambil menunggu tahapan pendaftaran PPDB selesai tanggal 5 Juli nanti, yang tidak terdaftar di sekolah pilihannya, akan kami alokasikan ke sekolah sesuai aturan Dinas,” katanya.

Lebih lanjut Aris menjelaskan, sepinya tingkat pendaftar sekolah dasar ini, disebabkan fenomena orang tua calon siswa yang kebanyakan memaksakan anaknya mendaftar di sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Sejumlah sekolah yang menjadi perhatian orang tua siswa, antara lain, SD BTN Pemda, SD Monginsidi, SD Toddopuli, SD Unggulan Puri Taman Sari, SD PAM Ratulangi, dan SD Mangkura.

“Masih banyak sekolah yang sepi pendafatar seperti SD Bulogading, yang mendaftar baru 3 orang secara manual. Padahal semangat zonasi ini sebenarnya untuk pemerataan pendidikan bagi semua kelompok masyarakat di semua wilayah,” pungkasnya.