Komisi A DPRD Nilai Pj Rudy Tidak Fokus Atasi Masalah di Kota Makassar

MAKASSAR, Linisiar.id –  Anggota Komisi A DPRD kota Makassar Rahmat Taqwa mengatakan, Rudi lebih fokus di jabatanya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulsel. Sehingga lanjut Rahmat, tidak ada waktu menyelesaikan permasalahan perang kelompok di Makassar masih sering terjadi satu bulan ini.

“Di tengah wabah Covid-19, adik-adik kita perang, ini terjadi karena Pemerintah Kota tidak hadir di situ. Coba kalau Pemerintah Kota hadir menangani masalah ini, maka tidak ada lagi perang kelompok,” kata Rahmat dalam Rapat Paripurna penjelasan Walikota Makassar terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, Jumat (17/7) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar.

Rahmat menilai pemilihan Pj Wali kota Makassar seperti halnya main tunjuk-tunjuk. “Kita sebagai anggota dewan merasa semua masyarakat datang mengeluh ke DPRD, tapi saat ini tidak ada satupun perwakilan dari Pemerintah Kota Makassar datang ke DPRD untuk selesaikan permasalahan di masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui Rudy dilantik sebagai Pj Wali Kota Makassar oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menggantikan Yusran Jusuf pada Jumat 26 Juni 2020 lalu.

Selain menjadi Penjabat Walikota Makassar, Rudy juga masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulsel.

Anggota komisi A lainnya, Azwar, meminta Rudy untuk lebih fokus bekerja di Pemkot Makassar. “Kami mengusulkan Pj Walikota bisa berbesar hati mundur dari jabatannya, karena sampai saat ini tidak bisa atasi masalah penanganan Covid-19,” kata Azwar.

Sementara itu, Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin telah menerbitkan Peraturan Walikota No.36 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Makassar. Penerapan Perwali melibatkan 7.950 personil gabungan dari Pemkot Makassar, TNI, Polri, Tokoh Masyarakat, Ormas, dan RT/RW.

Perwali Makassar No.36 tahun 2020 adalah upaya Pj Walikota Rudy Djamaluddin mengatasi masalah penularan Covid-19 di Kota Makassar. Dengan melibatkan berbagai stakholder dan elemen masyarakat, Pj Rudy menjalankan komitmennya untuk bersama-sama mengatasi masalah di Kota Makassar. (*)