MAKASSAR, LINISIAR.ID – Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara, Obed Daniel LT, resmi menyandang gelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.
Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mempertahankan disertasi berjudul “Evaluasi Kebijakan Kesejahteraan Sosial: Studi Kasus pada Pemberdayaan Sosial di Provinsi Kalimantan Utara”, Selasa (16/9/2025).
Sidang promosi berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, dipimpin Dekan Prof. Dr. Phil Sukri, M.IP, M.Si, mewakili Rektor.
Tim promotor melibatkan Prof. Dr. H. Muhammad Yunus, MA sebagai ketua dan Dr. Muh. Tang Abdullah, M.AP sebagai co-promotor.
Hadir pula penguji eksternal Muhammad Musaad, mantan Pj Gubernur Papua Barat Daya, serta sejumlah profesor Unhas sebagai penguji internal.
Dalam risetnya, Obed menyoroti kelemahan kebijakan pemberdayaan sosial di Kalimantan Utara dengan pendekatan model evaluasi CIPP.
Ia menemukan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat, perencanaan yang minim partisipasi, alokasi anggaran terbatas, hingga lemahnya pengawasan.
Sebagai solusi, ia menawarkan model kebijakan pemberdayaan sosial berkelanjutan dengan menekankan dukungan publik, regulasi yang kuat, komitmen kepemimpinan, serta nilai-nilai publik.
Penguji eksternal, Muhammad Musaad, menilai penelitian Obed sangat relevan. “Isu kebijakan sosial yang diangkat sangat kompleks, tapi penting untuk mendorong provinsi-provinsi lain agar merancang kebijakan pemberdayaan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FISIP Unhas, Prof. Sukri, menegaskan “Mulai hari ini, saudara Obed Daniel berhak menyandang gelar doktor di bidang Administrasi Publik.”
Usai pengukuhan, Obed tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. “Segala puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Perjalanan ini bukan hanya akademik, tapi juga melatih saya berpikir kritis sebagai peneliti sekaligus praktisi kebijakan publik,” ucapnya.
Ia juga berterima kasih kepada promotor, penguji, pemerintah provinsi, hingga keluarga yang selalu mendukung.
“Semoga ilmu ini bisa saya amalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di Kalimantan Utara, dan memberi kontribusi bagi Indonesia,” pungkasnya.
Acara yudisium turut dihadiri keluarga, kerabat, pimpinan SKPD Kaltara, jajaran Dinas Sosial Sulsel, serta sejumlah kolega di Makassar. (*)













