JAKARTA, LINISIAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menggelar Sayembara 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sebagai ajang berbagi praktik baik dari sekolah, murid, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Sayembara yang berlangsung sejak 1 hingga 26 Oktober 2025 ini menjadi langkah konkret Kemendikdasmen memperkuat pelaksanaan Gerakan 7 KAIH, program prioritas untuk menumbuhkan karakter unggul generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Puspeka, Rusprita Putri Utami, mengatakan sayembara ini mendorong kolaborasi lintas pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter dan inklusif.
“Penguatan karakter adalah cita-cita besar. Wujudnya bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang lahir dari kerja sama keluarga, sekolah, masyarakat, dan media,” ujarnya dalam webinar SOLUSI (Sosialisasi dan Diskusi) Inspirasi Sayembara 7 KAIH di Jakarta, Rabu (9/10).
Rusprita menambahkan, antusiasme peserta meningkat sejak pendaftaran dibuka pada 1 Oktober. Banyak karya dari guru, murid, dan sekolah yang menampilkan semangat kebinekaan serta nilai-nilai luhur karakter bangsa.
Selain memperluas ruang ekspresi bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi wadah belajar bersama bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah.
“Anak-anak diberi ruang berekspresi, guru dan orang tua mendapat inspirasi konkret, sementara sekolah dan daerah semakin aktif membangun ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan bebas kekerasan,” jelasnya.
Sayembara 7 KAIH terbuka untuk murid, guru, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan di seluruh Indonesia melalui dua kategori utama:
1. Sayembara Cerita Praktik Baik, bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah yang membagikan kisah penerapan nilai karakter di sekolah dan lingkungan sekitar.
2. Sayembara Bakti dalam Warna dan Kata, bagi murid yang mengekspresikan kebiasaan baik serta bakti kepada orang tua melalui karya tulis dan gambar.
Informasi lengkap dan pendaftaran dapat diakses di laman resmi https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id/sayembara7kaih
Rusprita berharap, sayembara ini melahirkan lebih banyak inisiatif kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan komunitas pendidikan untuk menumbuhkan budaya karakter yang inklusif dan berkelanjutan.
“Mari bersama wujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berjiwa kebinekaan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.












