Linisiar.id – Iran memenuhi janjinya untuk membalas dendam terhadap Amerika Serikat karena telah membunuh Panglima Garda Revolusi Mayor Jenderal Qassim Sulaimani. Janji balas dendam Iran kepada Amerika Serikat direalisasikan per Rabu (8/1) dengan menyerang pangkalan udara AS di Irak.
Berdasarkan siaran video dari televisi pemerintah Iran, dilansir dari Guardian News, terlihat rudal-rudal Iran meluncur dan meledakan pangkalan udara milik Amerika Serikat di Irak. Dalam video itu tampak serangan tersebut dilakukan pada malam hari.
Rudal-rudal balistik itu diluncurkan dari Iran ke pangkalan militer AS di Ein-al Asad, Irak, Rabu malam. Iran menembakkan lebih dari selusin rudal balistik ke dua pangkalan udara AS yang berada di Irak tersebut.
Pentagon telah mengkonfirmasi bahwa rudal diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer dan koalisi AS di Al-Assad dan Irbil. Serangan itu terjadi beberapa hari setelah AS mengkonfirmasi bahwa mereka membunuh Qassem Suleimani, kepala pasukan elit Iran Quds. Pengawal Revolusi Iran mengklaim serangan itu adalah pembalasan atas kematian ‘atas nama Suleimani’.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengkonfirmasi telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik dari Iran ke Irak sekitar pukul 13.30 waktu setempat.
Iran menembakkan roket untuk membalas pembunuhan orang terkuat nomor 2 di Iran tersebut. Menurut sebuah pernyataan di TV pemerintah.
“Pernyataan itu menyarankan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari kawasan itu untuk mencegah lebih banyak kematian,” kata TV pemerintah.
Tidak diketahui pasti seberapa besar kerusakan atau pun korban jiwa di pangkalan tersebut. Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan pihaknya masih mendata sejumlah kerusakan akibat serangan Iran.
Hoffman menerangkan Teheran juga menargetkan pangkalan lainnya di Erbil, Irak selain pangkalan udara Al-Asad. “Kami sedang mengerjakan penilaian kerusakan pertempuran awal,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah korban dan mendata kerusakan yang terjadi.
“Semuanya baik-baik saja! Rudal-rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Penilaian korban & kerusakan sedang terjadi sekarang. Sejauh ini bagus!” tulis Trump melalui akun twitternya @realDonaldTrump seperti dikutip, Rabu (8/1).
Trump menyiratkan kesiapannya menghadapi perang dengan Iran sebagai buntut pembunuhan Qassim Sulaimani, Panglima Pasukan Quds yang merupakan bagian dari Pasukan Garda Revolusi Iran.
“Sejauh ini, kita memiliki militer yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia! Saya akan membuat pernyataan besok pagi,” tulis Trump lagi.











