Ini Kronologi Penembakan Tewaskan Puluhan Orang di Thailand

Jakrapanth Thomma, pelaku penembakan brutal di Thailand
Bagikan

Linisiar.id – Kasus penembakan di Thailand yang didalangi oleh Jakrapanth Thomma (32) Korban penembakan brutal yang terjadi pada sebuah mal di Thailand terus meningkat. Kini, jumlahnya tercatat ada 26 korban tewas. Pelaku Jakraphanth Thomma juga ditembak mati petugas keamanan. Total kematian menjadi 27 orang. Menurut laporan MThai, hingga Minggu (9/2/2020) siang, jumlah korban luka ada 57 orang. 32 orang dibawa ke rumah sakit dan 25 sudah dipulangkan.

Aksi penembakan memakan waktu nyaris sehari penuh. Ia melakukannya sejak hari Sabtu sebelum berakhir dengan tewasnya ia di tangan satuan militer Second Army Region, Ahad pagi, 9 Februari 2020.

Penembakan dimulai sekitar pukul 15.00 pada hari Sabtu (8/2/2020) ketika pelaku melepaskan tembakan di sebuah rumah sebelum pindah ke kamp militer Suatham Phithak. Ia membunuh seorang atasan militer bernama Kolonel Anantharot Krasae. Pelaku juga mencuri beberapa senjata, amunisi, dan sebuah jip Humvee untuk pergi ke lokasi selanjutnya, Mal Terminal 21 di Nakhon Ratchasima.

Aksi brutalnya dilakukan sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Thomma tiba di mal Terminal 21. Ia langsung melepas tembakan ke orang orang di sekitarnya begitu Ia turun dari mobil. Selanjutnya, Ia masuk ke dalam Mal sambil mengangkat senapan mesin yang Ia bawa. Suara tembakan yang Thomma lepas membuat pengunjung mal panik. Mereka lari berhamburan, mencoba bersembunyi atau kabur dari Thomma. Pegawai-pegawai pertokoan yang tak memiliki kesempatan untuk kabur memilih untuk mengunci tempat mereka bekerja, mematikan lampu, mematikan pendingin, dan bersembunyi hingga bantuan datang.

Kurang lebih 17 jam dihabiskan kepolisian dan militer untuk membereskan Thomma. Akhirnya, kedua pihak mengambil keputusan untuk menembak mati Thomma di lokasi pada pukul 09.00, Minggu. Adapun Thomma ditembak oleh satuan militer Second Army Region.

Kepolisian dan militer Thailand menginvestigasi perkara Thomma yang diduga karena faktor balas dendam. Mengutip Bangkok Post, Thomma disebut-sebut tengah bermasalah dengan Anantharot Krasae, atasan militer yang ia bunuh sebelum berjalan ke Mal. Dugaan itu muncul berdasarkan unggahan-unggahan Thomma di media sosial.

“Kami masih tidak tahu kenapa ia melakukannya. Sepertinya ia sakit jiwa,” ujar jubir Kementerian Pertahanan Thailand, Kongcheep Tantrawanit soal penembakan di Thailand.

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *