LUTIM, Linisiar.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim), M Thorig Husler (MTH)-Budiman melakukan kampanye dialogis Menyapa Desa di Kecamatan Kalaena.
Mengawali agenda kampanye, Husler-Budiman dan tim mengunjungi Dusun Wonodadi, Desa Sumber Makmur, Senin (2/11/2020).
Membuka sesi orasinya, Ketua Tim Pemenangan Husler-Budiman, Herdinang menjelaskan visi-misi pasangan nomor urut satu ini yang sangat realistis dan bukan janji kosong.
“Sekolah gratis itu bukan janji kosong pak, karena di periode sebelumnya sudah dikerjakan. Sekarang tinggal dilanjutkan dan disempurnakan,” kata Herdinang.
“Kalau tadinya hanya sampai SMP, nanti SMA juga. Kalau dulu bantuan hanya sampai S1, nanti ditingkatkan sampai S3,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, warga yang sudah sembuh setelah dirawat di rumah sakit, maka akan ada yang mengantar pulang.
“Kualitas perawatan ditingkatkan dengan program satu pasien satu kamar. Bantuan alat pertanian dan bibit juga ditambah, dan Insya Allah walaupun tidak gratis kita pastikan agar pupuk selalu tersedia,” tegasnya.
Sementara itu Thorig Husler menegaskan komitmennya melanjutkan dan menyempurnakan semua program yang ada dalam visi-misi Husler-Budiman.
“Saudaraku sekalian, kami datang tidak membawa jabatan. Kami datang membawa diri kami, menyerahkan diri kami untuk menjadi pelayan saudaraku semua,” katanya.
“Kami berkomitmen akan melaksanakan semua program kami. Saudaraku semua jangan ragu, ada 24 wakil rakyat kita di DPRD yang mengawasi dan memastikan semua program kami berjalan,” tambahnya.
Ricky Tri Wibowo, tokoh pemuda Kalaena sekaligus kader Demokrat yang mengalihkan dukungannya ke Husler-Budiman menegaskan dukungannya.
“Husler-Budiman tidak perlu diperkenalkan di Kalaena, komitmen kami dengan mereka sudah lama terbangun. Sudah banyak program pertanian Pak Husler yang masuk di Kalaena waktu masih menjabat,” katanya.
“Janji Pak Husler bukan dusta, karena sudah pernah dilakukan. Itu alasan kami berkomitmen pada nomor satu. Insya Allah tidak ada dusta di Kalaena,” tegasnya.
Menutup orasinya Thorig Husler mengatakan, “Kami dipilih bukan untuk berkuasa, tapi untuk melayani saudaraku semua.” (*)












