Guru-guru SD 57 Bulu-bulu Maros Belajar Pentigraf, Apa itu?

Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan SDN 57 Bulu Bulu Maros mengikuti Workhop Penulisan Pentigraf di Gedung SDN 57 Bulu Bulu, Kamis 15 Oktober 2020

LINISIAR.ID, MAROS – Sebanyak 43 guru dan tenaga kependidikan SDN 57 Bulu Bulu Maros mengikuti Workhop Penulisan Pentigraf di Gedung SDN 57 Bulu Bulu, Kamis 15 Oktober 2020.

Workshop ini dibawakan seorang penulis dan budayawan Maros, Lory Hendrajaya. Lory menjelaskan Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf.

Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono.

“Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih,” ujarnya.

Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat. Untuk itulah, mengapa dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan pemilihan diksi untuk menciptakan kalimat yang efektif.

Lory mengharapkan ilmu tentang pentigraf ini akan dikenal dan ketahui guru khususnya di Maros dan akan menjadi alternatif karya yang berkualitas.

Kegiatan diapresiasi oleh Kepala UPTD SDN 57 Bulu Bulu, Sri Wahyuni, karena guru-gurunya sudah mendapatkan ilmu pentigraf dan berharap akan menjadi keterampilan karya baru.

Sri mengaku akan mengagendakan penerbitan kumpulan karya pentigraf SDN 57 Bulu Bulu,”Dan kita harapkan akan terbit paling lambat akhir tahun. Mungkin akan menjadi kumpulan pentigraf pertama di Sulsel,” terangnya.(*)

editor: redo