Sabtu, September 24, 2022

DPR Nilai Penelitian Prof Zakir Sabara Bernilai Tinggi untuk Tata Kelola Air

Populer

JAKARTA, LINISIAR.ID – Kelangkaan air bersih menjadi salah satu kekhawatiran terbesar manusia di abad XXI. Hal tersebut ditekankan oleh Kamrussamad, Anggota DPR RI, dalam momen pengukuhan guru besar sahabatnya, Zakir Sabara di Universitas Muslim Indonesia, Rabu (29/6/2022).

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada sahabat saya, Prof. Zakir Sabara, yang saat ini telah dikukuhkan menjadi Guru Besar pertama untuk spesialisasi Robust Decision Making (RDM) dalam bidang Teknik Kimia di Universitas Muslim Indonesia,” ujar anggota Komisi XI DPR RI tersebut.

Ia menjelaskan, di tengah kekhawatiran manusia terhadap ancaman air bersih, penelitian Zakir Sabara memberikan kontribusi yang sangat luar biasa. Baik dalam segi pengembangan keilmuan maupun sebagai masukan untuk kebijakan pemerintahan daerah maupun arah kebijakan tata kelola sumber daya air bagi pemerintah pusat.

Sebab, kata dia, penelitian Zakir Sabara ini terkait dengan masalah perairan tidak hanya di Kota Makasar tapi juga di Kabupaten Gowa Takalar dan Maros.

Menurut Kamrussamad, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) memperkirakan bahwa pada tahun 2030 atau 8 tahun ke depan, akan ada sekitar 1,8 miliar manusia mendiami negara yang mengalami kelangkaan air absolut dan 2/3 populasi dunia berada dalam bayang-bayang kekurangan air.

“Ini problem serius dan saat ini bahkan beberapa fenomenanya hadir di dekat kita. Oleh karena itu, kita perlu dorong banyak terobosan untuk mengatasi problem air bersih. Salah satunya, dengan konsep RDM yang dikembangkan Prof. Zakir Sabara. Sebab, di kota besar dunia, konsep RDM sudah dipakai sebagai solusi jangka panjang yang mengintegrasikan berbagai lini dalam penyedian sumberdaya air yang berkelanjutan,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru