Metro  

Disdukcapil Makassar Perkuat Infrastruktur Digital 2025, Jaringan dan Perangkat Baru Resmi Beroperasi

Bagikan

MAKASSAR, LINISIAR.ID Sepanjang tahun 2025, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar fokus memperkuat fondasi sistem administrasi kependudukan (Adminduk).

Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kualitas jaringan, peremajaan perangkat keras, serta optimalisasi infrastruktur layanan guna memastikan proses pelayanan berjalan cepat, stabil, dan akurat.

Kepala Disdukcapil Makassar, Muh. Hatim, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum krusial dalam pembenahan teknologi dan sistem data kependudukan.

Fokus utama perbaikan diarahkan untuk mengatasi kendala teknis yang kerap muncul pada tahun-tahun sebelumnya, seperti konektivitas jaringan yang tidak stabil dan kapasitas perangkat lawas yang terbatas.

Perbaikan sistem tahun ini cukup masif. Kami memperkuat jaringan, memperbarui perangkat, dan memastikan integrasi data berjalan lebih stabil. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan layanan yang andal bagi masyarakat,” ujar Hatim di Makassar.

Peremajaan Perangkat Keras

Hatim merincikan, sejumlah perangkat vital telah diganti atau ditambah unitnya. Perangkat tersebut meliputi komputer pelayanan, alat perekaman biometrik, pencetak (printer) KTP-el, hingga router pendukung jaringan. Peremajaan ini dilakukan secara bertahap tanpa mengganggu operasional pelayanan harian.

Perangkat-perangkat ini bekerja hampir tanpa henti setiap hari. Jadi, pembaruan memang sudah mendesak. Perangkat baru ini membantu mempercepat proses input, meminimalisir error atau galat sistem, dan membuat alur kerja lebih efisien,” jelasnya.

Peningkatan sisi perangkat keras ini berbanding lurus dengan penguatan sisi jaringan. Menurut Hatim, koneksi yang andal menjadi syarat mutlak untuk menangani volume layanan harian yang terus meningkat, terutama untuk proses verifikasi biometrik dan sinkronisasi data ke pusat (Kemendagri).

Dampak pada Akurasi Data dan Layanan Keliling

Selain memperkuat infrastruktur fisik, Disdukcapil Makassar juga membenahi tata kelola sistem data. Hatim menyebut, proses validasi dan pemutakhiran data kini berjalan lebih presisi.

Hal ini krusial mengingat data kependudukan menjadi basis utama (big data) bagi berbagai sektor, mulai dari penyaluran bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga perencanaan pembangunan.

Kalau jaringan kuat dan perangkat stabil, pemutakhiran data bisa lebih cepat dan presisi. Dampaknya sangat luas, karena data kependudukan adalah fondasi dari seluruh layanan publik,” tambahnya.

Dampak positif perbaikan infrastruktur ini juga dirasakan pada layanan jemput bola (*mobile*). Petugas layanan keliling yang menyasar area pulau, sekolah, hingga pusat perbelanjaan kini dapat bekerja lebih lancar dengan minim gangguan teknis saat melakukan perekaman di lapangan.

Menutup keterangannya, Hatim memastikan bahwa penguatan infrastruktur digital ini akan terus berlanjut hingga tahun 2026. Targetnya adalah pemerataan kualitas konektivitas dan perangkat di seluruh unit layanan, termasuk di tingkat kecamatan.

Tujuan akhirnya sederhana: masyarakat tidak perlu menunggu lama, tidak perlu bolak-balik karena gangguan sistem, dan data yang dihasilkan lebih presisi. Itu target yang ingin kami capai lewat transformasi sistem tahun ini,” pungkas Hatim. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *