Minggu, Mei 16, 2021

Dakwah dan Sikap Ramah dalam Beragama

Populer

Oleh: Andi Arif Pamessangi (Dosen IAIN Palopo / Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN Palopo)

Linisiar.id – Segala Puji bagi Allah swt. Shalawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. Dalam kesempatan kali ini penulis dengan segala kefakiran ilmu dan kekurangan yang dimiliki mencoba menulis tentang Dakwah dan Sikap Ramah.

“Dakwah itu merangkul bukan memukul, menyayangi bukan menyaingi, mendidik bukan membidik, membina bukan menghina, mencari solusi bukan simpati, membela bukan mencela”, demikianlah potongan kalimat yang pernah disampaikan ketua MUI 2020-2025 KH. Miftachul Akhyar dalam suatu kesempatan beliau.

Nasehat diatas menjadi catatan bagi setiap muslim dalam menyampaikan dakwah dan nasehat kepada orang lain. Dalam surat Ali Imran ayat 159 Allah SWT berfirman:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Melalui ayat ini Allah telah memberikan penjelasan lengkap kepada Nabi Muhammad saw. khususnya, dan kepada umat Islam seluruhnya, bagaimana cara membina umnat dan memberikan nasehat serta menyampaikan dakwah kepada mereka.

Bangsa Arab adalah bangsa yang terkenal berwatak keras. Tetapi Nabi Muhammad saw. tidak menghadapi mereka dengan sikap yang sama, dan berkat karunia Allah, beliau bersikap lemah lembut dan ramah. Sekiranya Nabi Muhammad saw. memperlihatkan sikap yang sama, keras dilawan dengan keras, maka dapat dipastikan mereka akan semakin menjauh dari Rasulullah saw. Sikap ramah dan lemah lembut Rasulullah menjadikan orang-orang yang keras itu sebagai pengikut Islam, dan Rasulullah bukan hanya menerima baik kehadiran mereka, tetapi juga memberi maaf serta memohon ampunan Allah swt untuk mereka.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman
اُدْعُ اِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هَيَ اَحْسَنُ
Artinya:
Serulah (Manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, dan nasehat yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Dalam ayat ini Allah swt, memberikan metode dan cara yang harus menjadi pedoman dalam menyampaikan dakwah. Sebuah nasehat dan tausiah mesti disampaikan dengan bijak, sopan dan penuh hikmah. Juga harus memberikan teladan, pelajaran yang berharga, nasehat yang menyejukkan hati dan mengetuk nurani. Jika mharus berbeda pandangan maka dilakukan dengan cara yang baik, saling menghargai, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Pesan Rasulullah menjadi sangat sejalan dengan ayat ini,
بشروا ولا تنفروا
Artinya: gembirakanlah dan sekali-kali jangan mengancam atau menakut nakuti.
Cukup banyak orang yang tertarik kepada Islam dan ingin menjadi penganutnya yang taat, tetapi kita tidak pandai menggembirakan, bahkan suka menakut nakuti sehingga akhirnya pintu hati yang telah sedikit terbuka akhirnya tertutup kembali. Sewaktu-waktu kita pun bersikap demikian terhadap kawan-kawan kita sendiri sehingga bukan melimpahkan kesenangan tetapi melontarkan hujatan, bukan menggembirakan tetapi menyakitkan hati dan perasaan mereka.

Ucapkanlah kata-kata yang menarik, perlihatkanlah wajah simpatik dan biasakanlah memberi maaf kepada orang-orang yang pernah bersalah. Sikap ramah tamah dan lemah lembut sangat bermanfaat dalam usaha membina umat dan menyampaikan kebenaran. Allah swt. berfirman pada surat At-Taubah ayat 128:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya:
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.

Inilah sifat dan karakter yang sewajarnya dimiliki oleh umat Islam, harus memperhatikan kesulitan saudaranya, sabar,  tidak mudah marah, tidak menendam kepada siapa pun juga dan tetap bersikap lembut. Dalam ayat lain Allah memerintahkan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun dalam surat Thaha ayat 43-44:
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
Artinya:
Pergilah kamu berdua kepada Fir`aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.

Kepada Fir’aun yang sudah menobatkan dirinya sebagai Tuhan, Nabi Musa dan Nabi Harun masih diperintahkan mengucapkan perkataan yang lemah lembut atau bersikap ramah. Jika demikian halnya, menjadi kewajiban bagi kita untuk bersikap lemah lembut dalam menyampaikan dakwah.
Setiap orang yang masih suka membentak-bentak, menuduh orang yang belum tentu melakukan kesalahan, mengucapkan kalimat-kalimat yang menghujat dalam berdakwah sebenarnya belum memahami cara dan metode Rasulullah saw dalam berdakwah. Mungkin saja segolongan pemuda tidak lagi bergairah mengikuti pelajaran agama justru karena tokoh agama disekitar mereka tidak pandai membujuk dan lebih suka mengutuk.

Sebagai manusia biasa kewajiban kita hanyalah menyampaikan dakwah dan memberi nasehat sembari tetap mendoakan petunjuk bagi mereka dan tidak berhak memaksakan pendapat dan keyakinan kepada orang lain. sebab memang dakwah sejatinya adalah merangkul dan bukan memukul. Semoga Allah swt meridhai dan merahmati kita semua. Wassalam.

 

- Advertisement -

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN

Berita Terbaru